• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perekonomian Rusia menghadapi tekanan yang semakin besar sepanjang tahun ini, mulai dari inflasi yang sulit dikendalikan, defisit anggaran yang membengkak akibat belanja militer besar-besaran, hingga menurunnya pendapatan dari ekspor minyak dan gas alam. Pertumbuhan ekonomi pun melambat tajam. Namun, kondisi ini dinilai belum cukup kuat untuk memaksa Presiden Vladimir Putin duduk di meja perundingan guna mengakhiri perang di Ukraina.

Para analis menilai Kremlin masih mampu bertahan selama bertahun-tahun dengan tingkat pertempuran saat ini dan sanksi Barat yang berlaku. “Jika melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan, ini belum menjadi jerami terakhir yang mematahkan punggung unta,” kata Maria Snegovaya, peneliti senior Rusia dan Eurasia di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Menurutnya, situasi ekonomi Rusia masih tergolong bisa dikelola dan belum bersifat bencana.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Rusia dinilai masih mampu melanjutkan perang. Bahkan, sekelompok ekonom Rusia anti-Putin yang kini hidup di pengasingan menilai konflik bisa berlangsung lebih lama lagi karena kemampuan Kremlin membiayai perang relatif tidak terhambat oleh kendala ekonomi.

Sanksi Barat sejauh ini belum menimbulkan tekanan cukup besar terhadap ekonomi Rusia yang bergantung pada energi. Selama Rusia masih bisa memompa dan menjual minyak dengan harga yang relatif baik, negara itu masih memiliki cukup dana untuk terus bertahan. Kondisi ini membuat faktor ekonomi belum menjadi pertimbangan utama Putin dalam menentukan arah perang.

Secara historis, Rusia cenderung menyetujui perdamaian yang merugikan ketika berada dalam krisis ekonomi berat, seperti di akhir Perang Dunia I atau saat perang Afghanistan era Soviet. Namun, kondisi ekonomi Rusia saat ini dinilai masih jauh dari titik tersebut. Tekanan yang jauh lebih besar dan berkepanjangan masih diperlukan agar ekonomi benar-benar memengaruhi keputusan politik Kremlin.

Beban perang kini semakin dialihkan ke masyarakat. Pemerintah Rusia menaikkan pajak perusahaan, pajak penghasilan, serta pajak pertambahan nilai untuk membiayai anggaran militer yang memecahkan rekor. Konsumen juga menghadapi lonjakan harga, terutama barang impor. Meski demikian, inflasi tinggi bukan hal baru bagi masyarakat Rusia dan relatif tidak memicu gejolak sosial besar, diperkuat oleh propaganda dan represi pemerintah.

Sekitar 40% anggaran Rusia kini dihabiskan untuk kepentingan militer. Peningkatan belanja ini menciptakan kelompok “pemenang” ekonomi perang, seperti kontraktor pertahanan dan pekerja sektor industri, sehingga kesenjangan ekonomi justru menurun. Di sejumlah daerah pedesaan yang sebelumnya miskin, perang membawa peningkatan pendapatan melalui gaji besar bagi tentara dan kompensasi bagi keluarga korban, yang membantu meredam potensi protes.

Namun, tekanan jangka panjang mulai terlihat. Rusia telah banyak menguras dana kekayaan negara. Aset likuid Dana Kesejahteraan Nasional Rusia dilaporkan turun lebih dari separuh sejak perang dimulai. Jika dana ini terus menipis, pemerintah akan kesulitan mempertahankan belanja pertahanan tanpa memangkas pengeluaran sosial secara besar-besaran, yang berpotensi memicu ketidakpuasan publik.

Selain itu, upaya Rusia menghindari sanksi semakin mahal. Sanksi terbaru terhadap perusahaan minyak besar seperti Lukoil dan Rosneft meningkatkan biaya operasional, karena ekspor harus dialihkan melalui jalur yang lebih rumit dan mahal. Jika tekanan sanksi diperketat dan negara pembeli seperti India dan China didorong untuk mengurangi impor minyak Rusia, perhitungan Kremlin terhadap perang bisa berubah.

Untuk saat ini, para analis sepakat bahwa meski ekonomi Rusia menghadapi badai, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk memaksa Putin mengakhiri perang dalam waktu dekat.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: cobisnis.comEkonomiRusiaPerangUkraina

Related Posts

Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

by Zahra Zahwa
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Desa Savoca di Sisilia, Italia, mengalami perubahan besar setelah menjadi lokasi syuting film legendaris The Godfather pada...

Rumor Pernikahan Taylor Swift di Rhode Island Dibantah Wedding Planner

Rumor Pernikahan Taylor Swift di Rhode Island Dibantah Wedding Planner

by Zahra Zahwa
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rumor tentang pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di Rhode Island ramai beredar menjelang akhir pekan ini....

Didukung Trump, Abelardo de la Espriella Unggul Tipis di Pilpres Kolombia 2026

Didukung Trump, Abelardo de la Espriella Unggul Tipis di Pilpres Kolombia 2026

by Zahra Zahwa
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Abelardo de la Espriella unggul tipis dalam penghitungan awal putaran kedua pemilihan presiden Kolombia pada Minggu. Kandidat...

Midsummer di Swedia Jadi Perayaan Musim Panas Paling Ikonik di Nordik

Midsummer di Swedia Jadi Perayaan Musim Panas Paling Ikonik di Nordik

by Zahra Zahwa
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Midsummer menjadi salah satu perayaan budaya paling penting di Swedia setiap tahun. Tradisi ini berlangsung saat titik...

BTN Gandeng Pemkab Samosir Perkuat Pariwisata dan UMKM Danau Toba

BTN Gandeng Pemkab Samosir Perkuat Pariwisata dan UMKM Danau Toba

by Rizki Meirino
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui penandatanganan nota...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

June 22, 2026
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

Bus TransJakarta Tabrak Separator Busway, MT Haryono Macet Parah

June 22, 2026
Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

June 22, 2026
Rumor Pernikahan Taylor Swift di Rhode Island Dibantah Wedding Planner

Rumor Pernikahan Taylor Swift di Rhode Island Dibantah Wedding Planner

June 22, 2026
FIFA Perkenalkan Aturan Baru di Piala Dunia 2026

FIFA Perkenalkan Aturan Baru di Piala Dunia 2026

June 22, 2026
Didukung Trump, Abelardo de la Espriella Unggul Tipis di Pilpres Kolombia 2026

Didukung Trump, Abelardo de la Espriella Unggul Tipis di Pilpres Kolombia 2026

June 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved