• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ini Alasan China Bisa Ngebut Bangun Pabrik dalam Waktu Singkat

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 8, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ini Alasan China Bisa Ngebut Bangun Pabrik dalam Waktu Singkat

JAKARTA, Cobisnis.com – China kembali jadi sorotan dunia karena kemampuan industrinya yang bisa membangun pabrik dalam tempo sangat cepat. Dalam hitungan bulan, bahkan minggu, fasilitas produksi baru bisa langsung beroperasi dan menyerap ribuan tenaga kerja.

Kecepatan ini bukan terjadi begitu saja. Pemerintah China sejak lama menyiapkan kawasan industri terpadu lengkap dengan listrik, air, jalan, hingga pelabuhan. Investor tinggal masuk, bangun, dan langsung produksi tanpa hambatan panjang.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi proses pembangunan pabrik yang lebih bertahap. Perizinan memang terus dipangkas lewat sistem digital OSS, namun di lapangan pelaksanaannya belum sepenuhnya seragam di semua daerah.

Selain izin, perbedaan besar juga terletak pada biaya energi. Listrik industri di China dikenal jauh lebih murah, sehingga biaya produksi bisa ditekan sejak awal. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi perusahaan global.

China juga memberikan insentif pajak besar untuk investor baru, terutama di sektor teknologi, otomotif listrik, dan manufaktur berat. Potongan pajak ini membuat balik modal jadi jauh lebih cepat.

Dari sisi tenaga kerja, China memiliki pasokan buruh dalam jumlah sangat besar dengan upah yang masih relatif kompetitif untuk skala industri global. Hal ini membuat perusahaan tidak kesulitan melakukan ekspansi massal.

Sementara di Indonesia, tantangan ada pada keterbatasan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Kawasan industri memang tumbuh, tetapi belum semuanya terhubung langsung dengan pelabuhan besar dan jalur logistik cepat.

Data menunjukkan nilai investasi manufaktur China pada 2024 menembus lebih dari USD 4 triliun, sementara Indonesia masih berada di bawah USD 150 miliar. Selisih ini menunjukkan betapa besarnya skala industri China dibanding Tanah Air.

Meski begitu, Indonesia memiliki keunggulan pada stabilitas politik, bonus demografi, dan pasar domestik yang besar. Hal ini menjadi modal penting untuk menarik investasi jangka panjang.

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi industri, terutama di sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik. Strategi ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan pabrik bernilai tambah tinggi.

Perbedaan kecepatan antara China dan Indonesia pada akhirnya menunjukkan dua model pembangunan yang berbeda. China mengandalkan percepatan ekstrem, sementara Indonesia bergerak lebih hati-hati dengan fokus pada keberlanjutan.

Ke depan, tantangan terbesar Indonesia adalah memastikan reformasi perizinan, infrastruktur, dan energi berjalan konsisten agar jarak dengan China tidak semakin melebar di sektor manufaktur global.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: CobisnisEkonomi IndonesiaIndustri GlobalInvestasi asingManufaktur AsiaPabrik ChinaPebisnismuda

Related Posts

Saham Moody’s dan MSCI Terjun Bebas, Proyeksi S&P Global Jadi Pemicu

Saham Moody’s dan MSCI Terjun Bebas, Proyeksi S&P Global Jadi Pemicu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Saham perusahaan pemeringkat dan pengelola indeks global melemah di Bursa Saham New York (NYSE) pada Selasa (10/2)....

170 Ribu Bitcoin Dibuang, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pasar?

170 Ribu Bitcoin Dibuang, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pasar?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para investor dengan kepemilikan Bitcoin (BTC) jumbo diketahui membuang aset hingga 170.000 BTC. Nilainya ditaksir mencapai US$11...

Lebih dari 70.000 Warga Tinggalkan Selandia Baru, Alasannya Apa?

Lebih dari 70.000 Warga Tinggalkan Selandia Baru, Alasannya Apa?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lebih dari 70.000 warga Selandia Baru meninggalkan negara itu dalam 12 bulan terakhir. Jumlah ini setara hampir...

Bitcoin Kembali Melemah, Waspada Penurunan Hingga US$ 42.510

Bitcoin Kembali Melemah, Waspada Penurunan Hingga US$ 42.510

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level US$ 66.660 pada Kamis (12/2/2026). Setelah aksi jual besar di Januari,...

Pasar Gonjang-ganjing, IHSG Anjlok Setelah Bos BEI-OJK Mundur

BEI Lakukan Mitigasi dan Reformasi Pasca Market Crash dan Trading Halt

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan pasar modal usai market crash dan trading...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
CEO Juragan Kucek, Fajar Purwoatmojo

CEO Juragan Kucek Fajar Purwoatmojo Tipu Ratusan Mitra, Nilainya Fantastis

February 11, 2026
Bank Mandiri Libatkan 700 Relawan Bersihkan 24 Pantai Bali–Nusa Tenggara, Dorong Gaya Hidup Digital Ramah Lingkungan

Bank Mandiri Libatkan 700 Relawan Bersihkan 24 Pantai Bali–Nusa Tenggara, Dorong Gaya Hidup Digital Ramah Lingkungan

February 11, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Marcus Samuelsson Yakin Masa Depan Fine Dining Ada di Afrika

Marcus Samuelsson Yakin Masa Depan Fine Dining Ada di Afrika

February 12, 2026
Coach Snoop Ramaikan Olimpiade Musim Dingin dengan Gaya Nyentrik

Coach Snoop Ramaikan Olimpiade Musim Dingin dengan Gaya Nyentrik

February 12, 2026
James Van Der Beek, Bintang Dawson’s Creek Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun

James Van Der Beek, Bintang Dawson’s Creek Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun

February 12, 2026
Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

February 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved