• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Transplantasi Rambut untuk Perempuan Semakin Marak, Namun Tingkat Keberhasilannya Rumit

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 29, 2025
in Lifestyle
0
Transplantasi Rambut untuk Perempuan Semakin Marak, Namun Tingkat Keberhasilannya Rumit

JAKARTA, Cobisnis.com – Semua berawal perlahan, dari helai-helai rambut yang memenuhi saluran pembuangan di kamar mandi. Lama-kelamaan, binaragawati asal Inggris, Tracy Kiss, mulai melihat kulit kepalanya sendiri ketika rambutnya basah. “Aku selalu punya rambut yang sangat tebal,” ujarnya dari rumahnya di London utara. “Dulu sampai mengganggu karena terlalu banyak.” Namun tak lama setelah melahirkan dua anaknya pada usia 25, Kiss yang kini berusia 38 tak percaya bahwa “rambut lebatku berubah menjadi seperti bisikan.”

Setiap pagi, memilih gaya rambut bukan lagi soal ekspresi diri tetapi soal menyamarkan kekosongan. Kiss sering mengikat rambutnya rata ke kepala untuk menutupi penipisan di area pelipis, atau berganti-ganti menggunakan ekstensi, wig, dan topi. “Dalam foto-foto, aku hanya bisa melihat dan berpikir, ‘Ya Tuhan… makin parah setiap hari,’” katanya. Tes darahnya menunjukkan kekurangan vitamin seperti zat besi. Dia mencoba berbagai suplemen rambut, sampo khusus, hingga suntikan PRP prosedur dermatologis yang menyuntikkan plasma darah kembali ke folikel rambut untuk merangsang pertumbuhan. “Itu membuatmu sangat terpuruk,” ujar Kiss. “Sebagai perempuan, rambut adalah mahkotamu. Ketika itu hilang, kamu seperti kehilangan identitas.”

Menurut pakar Harvard, setidaknya sepertiga perempuan mengalami bentuk kerontokan rambut tertentu sepanjang hidup mereka. Meskipun penyebabnya banyak, kerontokan rambut pola perempuan yang bisa berasal dari kombinasi kompleks ketidakseimbangan hormon dan faktor genetik (androgenetic alopecia) adalah yang paling umum, dengan satu studi menunjukkan bahwa kondisi ini memengaruhi sekitar 40% perempuan di AS pada usia 50 tahun.

CNN berbicara dengan tiga perempuan yang memutuskan menjalani operasi untuk mengatasi kerontokan rambut mereka. Transplantasi rambut merupakan prosedur kosmetik yang jauh lebih banyak dilakukan laki-laki dibanding perempuan, tetapi jumlah pasien perempuan meningkat lebih dari 16% pada 2021–2024, menurut International Society of Hair Restoration Surgery (ISHRS).

Kiss pertama kali mengetahui prosedur ini pada 2011 ketika meneliti opsi perawatan untuk pacarnya saat itu yang juga mengalami kebotakan. Tertarik mencoba untuk dirinya sendiri, ia mencari konsultasi tetapi ditolak karena jenis kelamin. “Para ahli bedah bilang transplantasi rambut hanya untuk laki-laki,” kenangnya. “Sama sekali tidak tersedia untuk perempuan.”

Butuh 11 tahun riset, sekitar $3.400, dan satu dokter yang bersedia sebelum ia akhirnya menjalani operasi. “Awalnya mereka bilang tidak,” katanya. “Aku hanya cukup mendesak sampai mereka bilang ya.” Pada 2022, Kiss terbang ke Turki untuk menanam 2.500 folikel di garis rambut dan pelipisnya dengan metode Follicular Unit Extraction (FUE). Kiss mengatakan pemulihannya cepat ia bahkan makan malam setelah operasi dan berhenti minum obat pereda nyeri dalam 24 jam.

Menurut ahli bedah plastik dan spesialis transplantasi rambut, Dr. Greg Williams, prosedur ini hadir dalam berbagai bentuk. Pasien perempuan yang ia tangani termasuk mereka yang mengalami traction alopecia akibat gaya rambut terlalu ketat serta perempuan trans yang ingin menurunkan dan memfemininkan garis rambut.

Namun penyebab utama kerontokan rambut pada perempuan cisgender di AS dan Inggris adalah faktor genetik. Ironisnya, kelompok ini sering kali bukan kandidat terbaik untuk transplantasi. Kondisi ini bisa terus memburuk jika tidak distabilkan. “Saat saya berbicara dengan perempuan yang mengalami kerontokan rambut genetik tentang transplantasi, ini sebenarnya tentang membeli waktu, bukan solusi jangka panjang,” jelasnya. Hormon, kehamilan, komplikasi pascapersalinan, stres, penyakit, dan nutrisi semua ini “lebih mempengaruhi rambut perempuan” dibanding laki-laki. “Kita belum memahami kerontokan rambut perempuan,” katanya.

Meski begitu, semakin banyak perempuan mencari prosedur ini. Salah satunya Ayca Bozok (32) dari Jerman, yang terbang ke Turki untuk menjalani FUE di garis rambut dan bagian belahan rambutnya. Ia mulai mengalami kerontokan sejak usia 15. “Beberapa hari menjadi lebih buruk ketika harus menata rambut,” katanya. Ia sering menutupi area tipis dengan bandana. Kehilangan rambut ketika masih membentuk identitas diri menjadi pukulan terberat baginya.

Ia didiagnosis androgenetic alopecia semasa remaja, tetapi sebuah peristiwa traumatis memperparah kerontokannya di usia awal 20-an. “Aku kehilangan rambut hanya dalam seminggu,” tuturnya. Ia mengambil pinjaman mahasiswa untuk membiayai PRP dan rencana nutrisi. Ia pulih sekitar 60%, tetapi tetap merasa terjebak dalam rutinitas yang melelahkan menggunakan hair fiber dan teknik penyamaran lain hingga akhirnya memilih transplantasi pada 2024. “Satu hari aku merasa jengkel. Aku tidak mau pakai fiber lagi.”

Bozok mengaku tindakannya sangat impulsif ia tidak banyak meneliti, tidak membandingkan harga, dan tidak mendalami teknik transplantasi yang akan dipakai. Ia bahkan hanya mengirim foto melalui WhatsApp ke dokternya. Klinik menyarankan 3.500 folikel dengan biaya $2.900, tetapi karena densitas rambutnya terlalu tipis, hanya 2.800 yang berhasil dipanen. Pemulihan berlangsung “sakit moderat tetapi tertahankan” selama delapan hari. Satu tahun kemudian, ia puas dengan hasilnya meski sadar transplantasinya bisa bertahan terbatas. “Orang-orang di komentar bilang rambut mereka rontok lagi setelah dua, lima, atau sepuluh tahun,” katanya. “Aku menikmati selama masih ada.”

Bagi banyak perempuan, mencari solusi kerontokan rambut terasa seperti mengejar target yang bergerak. Kesadaran publik tentang transplantasi meningkat pesat ISHRS mencatat lonjakan 240% tindakan di Eropa antara 2010–2021. Namun Williams khawatir klinik-klinik baru mengeksploitasi kerentanan perempuan yang putus asa. “Pasien kerontokan rambut sangat rentan mudah dimanfaatkan,” katanya.

Sam Evans (40) dari Inggris percaya ia mendapat evaluasi buruk sebelum transplantasi yang dijalaninya pada 2024. Ia menyadari kerontokan sejak 10 tahun lalu, tetapi menunda menangani karena rasa malu. Ia mencoba PRP pada 2022, lalu direkomendasikan ke klinik transplantasi. Ia menderita androgenetic alopecia dan PCOS, dua kondisi yang membuat kerontokan sulit diprediksi. Meski demikian, ia menjalani operasi 10 jam yang sangat menyakitkan biusnya bahkan tidak bekerja sepenuhnya. Dua minggu setelahnya, ia terlalu malu keluar rumah karena luka pascaoperasi.

Dokternya mengatakan ia mungkin membutuhkan dua atau tiga transplantasi karena densitas rambutnya sangat rendah. Kini Evans percaya bahwa rambutnya terlalu tipis untuk dijadikan donor sejak awal. Setelah pulih dari trauma tubuh akibat operasi, ia justru kehilangan lebih banyak rambut. “Rambutku lebih buruk daripada sebelumnya,” katanya. Kini ia bergantung pada wig setiap hari, bahkan membuat merek wig sendiri. “Kedengarannya dramatis, tapi wig mengubah hidupku.”

Williams menegaskan banyak perempuan disetujui menjalani operasi tanpa diagnosis akar masalah atau meski bukan kandidat cocok. Ia menyerukan regulasi lebih ketat. Transplantasi, katanya, berada di “wilayah abu-abu” antara kesehatan dan bisnis.

Kiss, Bozok, dan Evans kini berbagi pengalaman mereka secara online, menciptakan komunitas pendukung entah operasi mereka berhasil atau tidak. Kiss memiliki ribuan penonton di YouTube, Bozok menerima banyak pesan dukungan, dan Evans merasa diperkaya oleh jaringan ini. “Aku baru sadar bahwa androgenetic alopecia sangat, sangat umum pada perempuan,” katanya. “Kita saling terhubung, saling cerita, saling mendukung.”

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comKerontokanRambutPerawatanRambutTransplantasiRambut

Related Posts

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keterlibatan Le Minerale dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 29 Oktober 2026 menjadi perbincangan di...

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat...

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai mematangkan pembahasan mengenai kemungkinan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengembangkan usaha di sektor...

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sosok pria beralmamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

October 30, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

October 30, 2026
OJK Respons Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus Dipercepat

Kasus Dana PT DSI Berlanjut, OJK Telusuri Aset Pemegang Saham dan Pengurus

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

October 30, 2026
Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved