• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Alasan Orang Jepang Selalu Membungkuk Saat Menyapa

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 14, 2025
in Humaniora
0
Alasan Orang Jepang Selalu Membungkuk Saat Menyapa

JAKARTA, Cobisnis.com – Membungkuk atau dikenal dengan istilah ojigi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang. Gestur sederhana ini bukan hanya bentuk sapaan, tetapi juga simbol rasa hormat, sopan santun, dan kerendahan hati yang dijunjung tinggi masyarakat Jepang.

Tradisi membungkuk telah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Pada masa samurai, gerakan ini digunakan untuk menunjukkan kesetiaan dan penghormatan kepada atasan. Kini, maknanya berkembang menjadi bentuk penghargaan sosial yang dilakukan dalam hampir setiap interaksi sehari-hari.

Masyarakat Jepang menggunakan membungkuk dalam banyak situasi, mulai dari menyapa, berterima kasih, meminta maaf, hingga berpamitan. Setiap gerakan memiliki tingkat kedalaman yang berbeda sesuai konteksnya. Semakin dalam seseorang menunduk, semakin tinggi pula rasa hormat yang ditunjukkan.

Biasanya, bungkukan ringan sekitar 15 derajat digunakan untuk sapaan santai, seperti kepada teman atau rekan kerja setara. Untuk situasi formal, bungkukan bisa mencapai 30 derajat, sementara lebih dari 45 derajat dilakukan saat permintaan maaf atau penghormatan yang sangat besar.

Kebiasaan ini mencerminkan nilai dasar masyarakat Jepang yang dikenal disiplin dan menghargai keharmonisan sosial. Membungkuk menjadi cara menjaga hubungan agar tetap sopan, damai, dan bebas dari konflik, sejalan dengan prinsip “wa” atau harmoni sosial yang dipegang kuat oleh warga Jepang.

Selain itu, budaya membungkuk juga memperkuat etika profesionalisme di Jepang. Dalam dunia kerja, cara seseorang melakukan ojigi sering dianggap mencerminkan kepribadian dan sikap hormat terhadap rekan kerja maupun pelanggan.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak di Jepang sudah diajarkan etika membungkuk sejak usia sekolah dasar. Mereka belajar bagaimana mengatur posisi tubuh, pandangan mata, hingga durasi bungkukan dengan tepat sesuai situasi.

Pemerintah dan lembaga pendidikan di Jepang terus menanamkan nilai ini sebagai bagian dari karakter nasional. Karena itu, siapa pun yang datang ke Jepang akan langsung merasakan budaya sopan santun yang melekat kuat di masyarakat.

Menariknya, kebiasaan membungkuk tidak hanya berlaku di ruang publik, tapi juga di dunia digital. Banyak orang Jepang tetap menulis pesan atau email dengan gaya bahasa sopan dan formal, seolah membawa nilai ojigi ke dalam komunikasi modern.

Budaya membungkuk menjadi bukti bahwa sopan santun dan rasa hormat tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Jepang, bahkan di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: BudayaCobisnisjepangPebisnismudasopan santunTradisi Asia

Related Posts

Perbedaan Perayaan Imlek di Indonesia dan Tiongkok

Perbedaan Perayaan Imlek di Indonesia dan Tiongkok

by Hidayat Taufik
February 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perayaan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Tiongkok merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa di berbagai belahan...

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

Outlook Kredit RI Negatif, IHSG Nyungseb

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi usai Moody’s Investors Service menurunkan outlook...

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas futsal Indonesia melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026 setelah menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3. Duel...

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda rebound setelah beberapa hari mengalami tekanan pasar. Lonjakan ini...

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Setiap 14 Februari, dunia ramai merayakan Hari Valentine dengan bertukar hadiah, cokelat, bunga, hingga boneka. Tapi untuk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
PT United Tractors Tbk (UNTR).

United Tractors Buka Suara soal Pengalihan Tambang Martabe dan Gugatan KLH Rp 200,99 Miliar

February 6, 2026
BUVA

BUVA Buka Suara Terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

February 5, 2026
Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

February 5, 2026
Kinerja Moncer Sepanjang 2025, BSI Perkuat Posisi sebagai Bank Syariah BUMN Kelas Utama

Kinerja Moncer Sepanjang 2025, BSI Perkuat Posisi sebagai Bank Syariah BUMN Kelas Utama

February 6, 2026
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia

Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia

February 6, 2026
Safrizal ZA: Ribuan Huntara Rampung, Jumlah Pengungsi di Aceh Terus Menurun

Safrizal ZA: Ribuan Huntara Rampung, Jumlah Pengungsi di Aceh Terus Menurun

February 6, 2026
3,9 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos, Pemerintah Alihkan ke Program Bantuan Usaha Mandiri

3,9 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos, Pemerintah Alihkan ke Program Bantuan Usaha Mandiri

February 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved