• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Fast Fashion, Gaya Murah Tapi Menimbulkan Masalah

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2025
in Lifestyle
0
Fast Fashion, Gaya Murah Tapi Menimbulkan Masalah

JAKARTA, Cobisnis.com – Fast fashion menjadi tren global yang memudahkan konsumen membeli pakaian murah dengan cepat. Namun di balik kemudahan itu, banyak dampak negatif yang muncul baik bagi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

Dari sisi lingkungan, industri fast fashion menghasilkan limbah tekstil besar-besaran. Banyak pabrik membuang bahan kimia ke sungai dan tanah, merusak ekosistem dan kualitas air. Selain itu, produksi massal menimbulkan emisi karbon tinggi, terutama dari energi pabrik dan transportasi internasional.

Budaya membeli banyak pakaian murah tapi cepat dibuang juga menambah masalah. Sampah tekstil menumpuk, dan model baru yang dirilis tiap minggu membuat produksi menjadi berlebihan dan tidak ramah lingkungan.

Dampak sosial juga signifikan. Banyak pabrik fast fashion berlokasi di negara berkembang, dengan pekerja menghadapi upah rendah, jam kerja panjang, dan kondisi kerja berisiko. Dalam beberapa kasus, pekerja anak juga masih ditemui.

Eksploitasi pekerja menjadi perhatian utama. Tekanan untuk memenuhi target produksi tinggi membuat pekerja sering mengalami stres, kelelahan, dan risiko cedera. Transparansi proses produksi juga minim, sehingga konsumen jarang tahu kondisi kerja yang sebenarnya.

Dari sisi ekonomi, fast fashion mendorong budaya konsumtif. Pakaian murah dan cepat rusak membuat konsumen terus membeli, sementara bisnis lokal dan desainer kecil sulit bersaing dengan harga rendah dan produksi masal.

Selain itu, kualitas rendah membuat nilai ekonomi jangka panjang pakaian menjadi rendah. Konsumen merasa untung saat membeli murah, tapi sebenarnya biaya lingkungan dan sosial tidak terlihat langsung.

Dampak budaya juga terasa. Konsumen terbiasa ingin selalu update dengan tren terbaru, sehingga menghargai kualitas dan keberlanjutan menjadi rendah. Tekanan sosial untuk tampil modis meningkatkan konsumsi berlebihan.

Beberapa lembaga menyarankan alternatif seperti slow fashion, pakaian second-hand, atau membeli produk dengan label keberlanjutan. Langkah ini membantu mengurangi limbah, mengurangi eksploitasi pekerja, dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kualitas.

Fast fashion memang praktis dan murah, tapi biaya tersembunyi dari kerusakan lingkungan, eksploitasi pekerja, dan budaya konsumtif menjadi tantangan besar. Kesadaran konsumen menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatifnya.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: CobisnisFast fashionLimbah tekstillingkunganPebisnismuda

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama BEI Gantikan Iman Rachman

Ada Aja Gerbrakannya, MBG untuk Lansia 75 Tahun ke Atas

February 4, 2026
Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Tembus 435 Ribu Tiket

Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Tembus 435 Ribu Tiket

February 5, 2026
Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

February 5, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

February 4, 2026
Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

February 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved