• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kenapa Barang Murah Cepat Rusak, Ini Fakta di Baliknya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 20, 2025
in Lifestyle
0
Kenapa Barang Murah Cepat Rusak, Ini Fakta di Baliknya

JAKARTA, Cobisnis.com – Barang murah yang awet memang terdengar ideal, tapi kenyataannya jarang terjadi. Dalam dunia nyata, logika bisnis dan perilaku konsumen membuat hal itu hampir mustahil. Murah dan tahan lama biasanya tidak berjalan beriringan karena keduanya berdiri di dua sisi yang berlawanan secara ekonomi.

Produsen bisa saja membuat barang murah dan awet sekaligus, tapi strategi itu tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Kalau barang tahan lama, penjualan baru akan menurun. Sementara sistem ekonomi modern bergantung pada konsumsi berulang agar roda produksi tetap berputar.

Inilah yang disebut planned obsolescence, yaitu strategi di mana produk sengaja dibuat dengan masa pakai terbatas. Dengan begitu, konsumen akan membeli lagi saat barang lama rusak atau ketinggalan tren. Praktik ini sudah menjadi bagian dari model bisnis global, terutama di industri elektronik dan fesyen.

Di sisi lain, harga murah sering kali berarti biaya produksi ditekan sedemikian rupa. Bahan yang digunakan biasanya kualitas menengah ke bawah, tenaga kerja dibayar rendah, dan kontrol kualitas tidak seketat produk premium. Dampaknya, barang cepat rusak atau kehilangan fungsinya dalam waktu singkat.

Masalah ini juga berkaitan dengan psikologi konsumen. Banyak orang lebih memilih harga murah sekarang daripada investasi jangka panjang untuk barang yang lebih tahan lama. Keinginan mendapatkan kepuasan instan membuat logika “hemat di depan” lebih dominan daripada “hemat di belakang”.

Kondisi ekonomi masyarakat juga turut memengaruhi pilihan ini. Di tengah tekanan biaya hidup yang tinggi, sebagian besar konsumen memilih bertahan dengan membeli yang terjangkau, meski tahu tidak akan bertahan lama. Ini bukan semata kebiasaan konsumtif, tapi juga bentuk adaptasi terhadap keterbatasan finansial.

Selain itu, tren sosial dan budaya juga berperan besar. Di era media sosial, nilai barang sering kali diukur dari tampilan dan tren, bukan daya tahan. Banyak orang mengganti barang bukan karena rusak, tapi karena model baru lebih “kekinian”. Akibatnya, barang lama cepat tersingkir walaupun masih layak pakai.

Sementara itu, produsen memanfaatkan pola ini untuk terus memutar pasar. Produksi massal dan inovasi cepat membuat harga tetap murah, tapi kualitas dikorbankan. Barang awet malah dianggap ancaman karena bisa menurunkan permintaan. Siklus inilah yang membuat konsep “murah tapi tahan lama” sulit diwujudkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi modern lebih berpihak pada volume penjualan ketimbang keberlanjutan. Konsumen pun terjebak dalam lingkaran membeli, memakai, lalu membuang. Dalam jangka panjang, ini bukan cuma masalah dompet, tapi juga isu lingkungan akibat limbah konsumsi berlebih.

Pada akhirnya, barang murah yang awet bukan hal mustahil, tapi jarang diprioritaskan. Untuk mengubahnya, dibutuhkan kesadaran dari dua sisi: produsen yang mau berinovasi dengan etis, dan konsumen yang mulai berpikir jangka panjang. Selama keduanya belum berubah, siklus “murah tapi cepat rusak” akan terus berulang.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: CobisnisEkonomiGaya hiduphematmurahPebisnismuda

Related Posts

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 13 pekerja migran irregular asal Sumatera Utara diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO...

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - KAI Commuter menargetkan pengiriman KRL bekas dari Jepang mulai dilakukan secara bertahap pada akhir 2026. Saat ini,...

JWC 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara, Ini 17 Rekomendasinya

JWC 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara, Ini 17 Rekomendasinya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jakarta World Cinema atau JWC 2026 kembali digelar secara hybrid melalui pemutaran langsung di CGV Indonesia dan...

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

Rupiah Hari Ini Menguat, Ditutup di Rp17.882 per Dolar AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10/2026) sore. Rupiah menguat...

Konser NCT Jakarta 2026. FOTO/dyandraglobal.com

Ini Rundown dan Setlist Konser NCT 127 Jakarta 2026

by Desti Dwi Natasya
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - NCT 127 akan menyapa penggemar Indonesia lewat konser NCT 127 5th Tour ‘NEO CITY : SEOUL –...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.

Superbank Biayai 200 Kendaraan Listrik Grab

October 1, 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.

Halal Indo 2026 Catat Transaksi Rp8,4 Miliar

October 1, 2026
PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026 berkat komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan kualitas layanan.

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

October 1, 2026
Voge memamerkan CU-X, moge konsep plug-in hybrid dengan desain agresif dan platform Jiyu Smart Mobility di CIMA 2026.

Voge Pamer Moge Plug-in Hybrid

October 1, 2026
Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

October 2, 2026
STARLUX Buka Rute Taipei-Denpasar, Perkuat Konektivitas Pasar Taiwan ke Indonesia

STARLUX Buka Rute Taipei-Denpasar, Perkuat Konektivitas Pasar Taiwan ke Indonesia

October 2, 2026
Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved