• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kapitalisme di Era Modern: Relevansi dan Tantangan Ketimpangan Global

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kapitalisme di Era Modern: Relevansi dan Tantangan Ketimpangan Global

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapitalisme selama ratusan tahun menjadi mesin utama penggerak ekonomi global. Sistem yang menekankan kepemilikan pribadi, pasar bebas, dan persaingan ini terbukti mendorong inovasi serta pertumbuhan ekonomi. Namun, relevansinya kini dipertanyakan karena ketimpangan ekonomi semakin lebar di berbagai belahan dunia.

Kapitalisme modern memang menghasilkan efisiensi tinggi. Perusahaan terus berlomba menciptakan teknologi baru, menekan biaya produksi, hingga membuka lapangan kerja. Banyak negara berkembang, termasuk di Asia, mampu keluar dari kemiskinan ekstrem berkat keterlibatan dalam pasar global.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan fleksibilitas kapitalisme. Di Eropa, model kapitalisme sosial muncul dengan kombinasi pasar bebas dan jaring pengaman sosial. Pendekatan ini berupaya menjaga kompetisi tanpa melupakan perlindungan masyarakat rentan.

Namun, di sisi lain, ketimpangan distribusi kekayaan makin mencolok. Menurut laporan Oxfam, 1% orang terkaya di dunia menguasai lebih dari 40% total kekayaan global. Kondisi ini menciptakan kesenjangan akses pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan ekonomi.

Selain itu, eksploitasi sumber daya alam menjadi kritik utama. Kapitalisme yang berorientasi keuntungan sering kali mendorong praktik ekonomi tidak berkelanjutan, seperti deforestasi, polusi, dan krisis iklim yang kini mengancam generasi mendatang.

Krisis keuangan global 2008 juga memperlihatkan rapuhnya sistem pasar bebas ketika regulasi lemah. Dampak paling berat justru dirasakan negara berkembang dan masyarakat berpenghasilan rendah, memperlebar jurang ketidaksetaraan ekonomi.

Meski penuh kritik, banyak pihak menilai kapitalisme tetap relevan jika disertai koreksi. Instrumen seperti pajak progresif, kebijakan redistribusi, dan perlindungan sosial bisa mengurangi dampak ketidakadilan yang lahir dari sistem ini.

Langkah lain yang penting adalah transisi menuju ekonomi hijau. Perusahaan dituntut tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan agar pertumbuhan tidak menghancurkan masa depan.

Selain itu, regulasi persaingan sehat perlu ditegakkan untuk mencegah praktik monopoli yang bisa mematikan pasar. Tata kelola global juga harus diperkuat agar negara berkembang tidak terus berada di posisi subordinat.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, kapitalisme bisa tetap relevan sebagai mesin pertumbuhan. Namun, sistem ini hanya akan bermanfaat luas jika diarahkan pada pemerataan, keberlanjutan, dan keadilan global.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
download micromax firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: CobisnisEkonomi globalKapitalismeketimpanganPebisnismuda

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

February 4, 2026
KTT D-8 Akan Digelar di Jakarta, RI Targetkan Hasil Kerja Sama Nyata

KTT D-8 Akan Digelar di Jakarta, RI Targetkan Hasil Kerja Sama Nyata

February 5, 2026
Bank Mandiri Perkuat Ekosistem UMKM Kreatif untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem UMKM Kreatif untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

February 5, 2026
Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Tembus 435 Ribu Tiket

Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Tembus 435 Ribu Tiket

February 5, 2026
Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

February 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved