• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom: BI Bakal Kembali Pertahankan Suku Bunga 6 Persen meski Rupiah Melemah

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
April 3, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
BI Girang Neraca Perdagangan Surplus 22 Bulan Berturut-Turut

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6 persen dalam beberapa waktu ke depan.

Sebagai informasi berdasarkan Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah 0,14 persen ke level harga Rp 15.920 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 3 April 2024.

Senada, rupiah pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) naik 0,06 persen ke level Rp 15.923 per dolar AS.

Josua menyampaikan tantangan-tantangan baik yang bersumber dari sisi eksternal maupun domestik, akan memengaruhi keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan timing dan besar pemotongan BI-rate ke depan.

“Dalam jangka pendek, ditambah dengan risiko inflasi yang meningkat terutama dari sisi harga pangan, akan membuat Bank Indonesia cenderung akan mempertahankan BI-rate pada level saat ini dengan ruang pemotongan kemungkinan terjadi pada paruh kedua tahun ini,” jelasnya, Rabu, 3 April 2024.

Josua menyampaikan, Bank Indonesia pun sudah dan akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi seperti triple intervention di pasar spot USD/IDR, pasar DNDF dan pasar obligasi.

Selain itu, BI akan mengoptimalkan Penguatan strategi operasi moneter yang pro-market untuk efektivitas kebijakan moneter, termasuk optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

“Dengan berbagai langkah stabilisasi tersebut, dalam jangka pendek ini Rupiah diperkirakan akan cenderung stabil di kisaran Rp15.900-an,”jelasnya.

Josua menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, ketidakpastian terkait arah suku bunga global meningkat pada beberapa minggu terakhir.

Dia mencontohkan seperti Bank-bank sentral utama dunia cenderung divergent dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Misalnya, European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) memberikan sinyal dovish, di mana pemotongan suku bunga acuannya kemungkinan besar dapat terjadi lebih cepat pada tahun ini.

Sementara itu, Swiss National Bank (SNB) menjadi bank sentral utama dunia yang pertama kali melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada tahun ini, sejalan dengan tingkat inflasinya yang secara konsisten sudah berada di bawah target sasarannya.

Josua menyampaikan berbeda dengan kebanyakan bank sentral, Bank of Japan (BoJ) malah memutuskan untuk keluar dari zona suku bunga acuan negatif dengan menaikkan suku bunga jangka pendeknya.

The Fed kembali menegaskan bahwa keputusan moneternya ke depan akan tetap berdasarkan perkembangan indikator ekonomi terkini.

“Perkembangan kondisi suku bunga global yang cenderung divergent tersebut membuat sentimen risk-off di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, kembali meningkat. Hal ini terlihat terutama pada pasar obligasi Indonesia yang sudah mencatatkan net outflow secara year-to-date,” jelasnya.

Menurut Josua, banyak investor dan traders cenderung kembali memindahkan portofolionya ke safe-haven assets sehingga memicu capital outflow dari pasar keuangan negara berkembang dan mendorong pelemahan mata uang Asia termasuk Rupiah.

Dikatakannya, Indonesia juga harus dihadapkan dengan risiko kembalinya twin deficit atau kondisi di mana ekonomi mencatatkan pelebaran defisit neraca transaksi berjalan dan defisit fiskal.

Data terakhir menunjukkan bahwa surplus neraca dagang Indonesia terus menyusut, sejalan dengan berlanjutnya normalisasi harga komoditas dan kondisi ekonomi Tiongkok, mitra dagang utama Indonesia, yang cenderung terus melemah.

Hal ini meningkatkan risiko pelebaran defisit pada neraca transaksi berjalan pada tahun ini.

Dari sisi fiskal, terjadi ketidakpastian terkait dengan program-program pemerintahan ke depannya yang mana banyak pihak menilai cukup agresif sehingga dapat mendorong peningkatan belanja negara cukup signifikan.

Di sisi lain, penerimaan negara cenderung menurun sejalan dengan normalisasi harga komoditas.

Data terkini menunjukkan bahwa APBN masih mencatatkan surplus, namun jika dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun lalu, surplus cenderung menurun.

“Hal ini memberi kekhawatiran terkait pembiayaan APBN ke depan sehingga memberikan sentimen negatif pada pasar obligasi Indonesia. Tercatat bahwa kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) terus menurun dari awal tahun,” jelasnya.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: bank indonesiacobisnis.comEkonomsuku bunga

Related Posts

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif di Masa Pensiun

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif di Masa Pensiun

by Rizki Meirino
June 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri Taspen menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas seseorang. Perusahaan meyakini para pensiunan tetap...

Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

by Hidayat Taufik
June 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi kini tidak lagi sekadar minuman pendamping aktivitas. Masyarakat menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup modern....

BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

by Iwan Supriyatna
June 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) membuka ruang kolaborasi ilmiah dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional...

Sejarah Penemuan Kembali Candi Borobudur Berawal dari Informasi Tan Jin Sing

Sejarah Penemuan Kembali Candi Borobudur Berawal dari Informasi Tan Jin Sing

by Hidayat Taufik
June 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Candi Borobudur kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia. Namun, bangunan bersejarah itu...

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Aman hingga Akhir 2026

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Aman hingga Akhir 2026

by Hidayat Taufik
June 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memastikan harga BBM dan LPG bersubsidi tidak akan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

June 5, 2026
Maja Chwalińska Ukir Sejarah di French Open 2026, Lolos ke Final dari Babak Kualifikasi

Maja Chwalińska Ukir Sejarah di French Open 2026, Lolos ke Final dari Babak Kualifikasi

June 5, 2026
Silmy Karim

Silmy Karim OTT KPK, Telkom Klaim Posisi Komisaris Tak Berdampak ke Perseroan

June 5, 2026
Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

June 5, 2026
Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif di Masa Pensiun

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif di Masa Pensiun

June 6, 2026
Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

June 6, 2026
BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

June 6, 2026
Sejarah Penemuan Kembali Candi Borobudur Berawal dari Informasi Tan Jin Sing

Sejarah Penemuan Kembali Candi Borobudur Berawal dari Informasi Tan Jin Sing

June 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved