• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sambut Hari Toleransi Internasional, Unilever Indonesia Gelar Webinar “Zero Tolerance for Workplace Bullying”

Nina Karlita by Nina Karlita
November 16, 2021
in Lifestyle
0
Sambut Hari Toleransi Internasional, Unilever Indonesia Gelar Webinar “Zero Tolerance for Workplace Bullying”

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Unilever Indonesia, Tbk. menggelar sebuah webinar guna meningkatkan kewaspadaan dan aksi nyata untuk menindaklanjuti perundungan di tempat kerja (workplace bullying) yang masih marak terjadi.

Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Toleransi Sedunia tersebut mengangkat tema “Zero Tolerance for Workplace Bullying”. Webinar ini mengawali kerja sama antara Unilever Indonesia dan komunitas anti-bullying Sudah Dong dalam menyusun panduan mengenai workplace bullying yang diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kristy Nelwan, Head of Communications PT Unilever Indonesia, Tbk. mengungkapkan, “Hari Toleransi Internasional diperingati setiap 16 November sebagai ajakan bagi warga dunia untuk membangun toleransi antar budaya dan masyarakat.”

“Semua pihak tentunya memiliki peran dan tanggung jawab dalam menciptakan dunia yang lebih toleran, termasuk dunia bisnis. Kami percaya bahwa bisnis hanya dapat berkembang di tengah masyarakat dimana hak asasi manusia dihormati, dijunjung tinggi dan dikedepankan,” tambahnya.

“Hal tersebut sejalan dengan strategi global ‘The Unilever Compass’, khususnya pada pilar berkontribusi pada masyarakat yang adil dan inklusif. Sebagai perusahaan dengan zero tolerance terhadap salah satu bentuk intoleransi di masyarakat, yaitu aksi workplace bullying, kami ingin dapat saling berbagi mengenai langkah-langkah untuk mencegah dan menindaklanjutinya. Harapannya, bersama-sama kita dapat terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat,” sambung Kristy.

Pingkan Rumondor, S.Psi, M.Psi, Psikolog Klinis Dewasa menjelaskan bahwa workplace bullying adalah serangkaian perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk mengintimidasi, menjatuhkan atau menyakiti orang lain di tempat kerja.

Contohnya seperti kekerasan fisik, verbal, pengucilan/pemboikotan, sabotase pekerjaan, dan lainnya. Workplace bullying bisa dilakukan secara langsung, maupun secara online (via telepon, cyberbullying).

Pingkan menambahkan, “Aksi workplace bullying dapat melibatkan tiga pihak. Pertama adalah pelaku, yang kebanyakan menyerang titik lemah target agar mereka terlihat berkuasa sehingga menutupi rasa malu terhadap ketidakmampuan atau ketidakpuasan dalam dirinya.”

“Kemudian ada target, yang secara sengaja dipermalukan sehingga dapat mengalami berbagai efek psikologis seperti kecemasan, gejala depresi, hingga gejala post-traumatic stress disorder yang berdampak pada terganggunya keseharian dan produktivitas. Ketiga adalah saksi, tanpa pemahaman yang cukup mengenai cara menghadapi situasi workplace bullying, seringkali saksi mata hanya berdiam diri,” jelasnya.

“Selain itu, semakin banyak orang yang menjadi saksi, ada kecenderungan saksi makin tidak tergerak menolong karena menunggu orang lain bergerak lebih dulu, atau disebut juga bystander effect. Padahal, saksi memiliki peranan yang krusial untuk mengintervensi perilaku tidak menyenangkan tersebut,” tambah Pingkan.

Keberanian menjadi kunci bagi target maupun saksi dalam melawan workplace bullying, dengan cara bersikap asertif untuk menolak sesuatu yang mengusik psikologis mereka. Namun selain itu, mereka juga harus percaya bahwa mereka terlindung di bawah perusahaan yang memiliki kebijakan kuat terhadap segala bentuk diskriminasi dan bullying.

Nicky Clara, seorang Disability Womenpreneur turut berbagi, “Masih banyak teman-teman penyandang disabilitas yang rentan mengalami workplace bullying, misalnya karena stigma terhadap keterbatasan kemampuan mereka, rasa iba yang berlebihan, dan lainnya. Sayangnya mereka masih enggan bersuara, contohnya karena takut kehilangan pekerjaan yang sudah susah payah mereka dapatkan. Setiap perusahaan sepatutnya menerapkan prinsip kesetaraan dan inklusivitas sebagai acuan bagi penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan hak-hak karyawan di tempat kerja, termasuk untuk teman-teman penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat bekerja dengan nyaman, efektif dan produktif.”

Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), Unilever Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa semua karyawan bekerja di lingkungan yang mempromosikan keberagaman, rasa saling percaya, menghormati hak asasi manusia, dan memberikan kesempatan yang setara, tanpa diskriminasi. Untuk itu, Perusahaan menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying atas dasar perbedaan ras, usia, peran, gender, agama, kondisi fisik, kelas sosial, hingga pandangan politik sekalipun.

Kristy menjelaskan, “Unilever Indonesia memiliki Equity, Diversity, and Inclusion Board yang bertugas menjalankan dan memonitor tiga fokus Perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja serta masyarakat yang lebih toleran dan inklusif yaitu: Kesetaraan Gender, Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas, dan Penghapusan Diskriminasi dan Stigma. Dalam mengatasi aksi workplace bullying, kami memiliki jalur pengaduan khusus yang disebut Speak-Up Channel, sebuah Whistleblower System dengan jaminan kerahasiaan penuh sebagai salah satu sarana bagi karyawan untuk menyampaikan adanya penyimpangan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku. Kami juga aktif mendorong karyawan untuk bertanggung jawab dan berinisiatif jika melihat potensi pelanggaran.”

Guna merangkul semakin banyak organisasi untuk memiliki sistem, struktur dan kepemimpinan yang berpihak pada anti-bullying, Unilever Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Sudah Dong akan menyusun sebuah e-booklet yang dapat dengan mudah diakses banyak pihak untuk meningkatkan awareness dan menyusun kebijakan terkait workplace bullying.

Fabelyn Baby Walean, Volunteer Sudah Dong menanggapi, “Sebagai komunitas yang sejak 2014 berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif berbagai bentuk bullying melalui rangkaian program offline maupun online, kami melihat bahwa workplace bullying masih banyak terjadi antara lain karena masih kurangnya regulasi ataupun sistem internal yang mampu secara firm menyikapi masalah ini. Kami percaya bahwa pembuatan e-booklet ini akan menjadi sebuah proses transfer of knowledge yang kaya di antara kedua belah pihak, dan semoga akan membawa manfaat bagi perusahaan ataupun organisasi lainnya.”

“Kami harap webinar dan kerja sama ini dapat semakin mendorong semangat dan komitmen dari segenap masyarakat untuk memberikan fokus lebih dan melakukan aksi nyata melawan workplace bullying,” pungkas Kristy.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free online course
download intex firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Cobisnisunilever indonesiaWebinar

Related Posts

Keputusan Trump Menahan Serangan ke Iran Bikin Harga Minyak Rontok dalam Waktu Singkat

Keputusan Trump Menahan Serangan ke Iran Bikin Harga Minyak Rontok dalam Waktu Singkat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia anjlok tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda serangan terhadap pembangkit listrik...

Prabowo Warning Dapur MBG: Standar Harus Naik, yang Tak Layak Jangan Beroperasi

Prabowo Warning Dapur MBG: Standar Harus Naik, yang Tak Layak Jangan Beroperasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta peningkatan kualitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, termasuk...

Dikira Sepi, KRL Justru Penuh di H+2 Lebaran, Anak-anak Tak Kebagian Kursi

Dikira Sepi, KRL Justru Penuh di H+2 Lebaran, Anak-anak Tak Kebagian Kursi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Suasana KRL Jabodetabek pada H+2 Lebaran justru dipadati penumpang. Kondisi ini berbeda dari perkiraan banyak orang yang...

Setelah Ancaman Serangan, Trump Pilih Tahan Diri Usai Dialog dengan Iran

Setelah Ancaman Serangan, Trump Pilih Tahan Diri Usai Dialog dengan Iran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran. Keputusan ini diambil...

Veda Ega Ukir Sejarah, Hadiah Mengalir Deras Usai Podium Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Ukir Sejarah, Hadiah Mengalir Deras Usai Podium Moto3 Brasil 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencetak sejarah setelah berhasil naik podium di ajang Moto3 Brasil 2026....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Kasus Andrie Yunus, TAUD Minta Puspom TNI Ungkap Pelaku ke Publik

Kasus Andrie Yunus, TAUD Minta Puspom TNI Ungkap Pelaku ke Publik

March 23, 2026
Coocaa Hadirkan Livestream Ramadan Interaktif, Perkenalkan TV Terbaru X66H

Coocaa Hadirkan Livestream Ramadan Interaktif, Perkenalkan TV Terbaru X66H

March 24, 2026
Panduan Olahraga Sederhana untuk Mengatasi Kenaikan Berat Badan Pasca Lebaran

Panduan Olahraga Sederhana untuk Mengatasi Kenaikan Berat Badan Pasca Lebaran

March 24, 2026
Arus Balik Lebaran, 56 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali

Arus Balik Lebaran, 56 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali

March 24, 2026
Prabowo Hubungi Pemimpin Timur Tengah dan PM Malaysia, Bahas Apa?

Prabowo Hubungi Pemimpin Timur Tengah dan PM Malaysia, Bahas Apa?

March 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved