• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Lockdown Ketat Paling Efektif Menyelamatkan Nyawa dan Ekonomi: Studi NBER

H. Fuad by H. Fuad
July 1, 2021
in Sport
0
Punya Daya Tahan Tubuh Lebih Baik, Bukan Berarti Kelompok Muda Kebal Covid-19

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19 (Foto: Dokumentasi Setkab)

JAKARTA, Cobisnis.com – Virus Covid-19 tidak dapat diobati. Dan belum ada vaksinnya. Cara satu-satunya untuk selamat, jangan tertular.

Pemerintah di berbagai negara memberlakukan karantina wilayah atau lockdown. Gunanya untuk memutus mata rantai penularan.Indonesia memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Masyarakat harus menghindari keramaian dan membatasi interaksi sosial. Termasuk keramaian di sentra ekonomi seperti kantor, restoran, coffee shops, hotel, pasar dan lainnya. Oleh karena itu, lockdown dan PSBB mengakibatkan ekonomi turun.Dalam menangani pandemi, seolah-olah ada trade-off antara pengendalian kesehatan dengan pengendalian ekonomi.

Di satu sisi, pembatasan sosial menyebabkan jumlah terinfeksi turun, tetapi pertumbuhan ekonomi juga turun. Di lain sisi, tanpa pembatasan sosial jumlah terinfeksi dan angka kematian meningkat, tetapi pertumbuhan ekonomi lebih baik.  Mana yang harus diprioritaskan? Ekonomi atau nyawa?Sejak awal, pemerintah kelihatan bimbang apa yang harus dilakukan. Lockdown, PSBB, lockdown mini, atau bahkan dibebaskan sama sekali agar tercapai herd immunity? Kebimbangan ini membawa konsekuensi serius.

Pengendalian pandemi sepertinya ajang uji coba saja, alias trial and error. Gugus tugas beralih dari satu institusi ke institusi lainnya.Klaim sukses pengendalian pandemi tidak ada pijakannya.

Karena jumlah terinfeksi rendah bisa disebabkan jumlah tes rendah. Dan faktanya memang jumlah tes Covid-19 di Indonesia jauh lebih rendah dari negara maju. Di lain pihak, jumlah terinfeksi terus meningkat. Menunjukkan pengendalian pandemi sejauh ini tidak atau belum berhasil.Pada umumnya negara berkembang seperti Indonesia mempunyai keterbatasan ruang fiskal (keuangan negara).

Sehingga pilihan kebijakan pengendalian pandemi lebih berat pada ekonomi, dengan relaksasi kesehatan. Di negara maju yang mempunyai ruang gerak fiskal lebih besar, kebijakan pandemi umumnya lebih berat pada kesehatan. Dengan lockdown, membatasi interaksi ekonomi dan sosial.

Sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih buruk.Pertanyannya, apakah dalam pengendalian pandemi pemerintah selalu dihadapi pada dua pilihan yang saling bertentangan? Kesehatan versus ekonomi?Ada tiga alternatif kebijakan dalam pengendalian pandemi. Pertama, tidak ada intervensi pembatasan sosial sama sekali. Artinya masyarakat bebas melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

Hasil dari kebijakan ini sangat buruk bagi Kesehatan dan juga ekonomi. Angka terinfeksi dan angka kematian tinggi. Kontraksi ekonomi juga tinggi.Kedua, pemerintah memberlakukan kebijakan sebaliknya dari yang pertama. Pemerintah memberlakukan karantina wilayah atau lockdown secara ketat. Tujuannya memutus mata rantai penyebaran virus.

Hasilnya sangat baik untuk kesehatan. Kasus terinfeksi dan angka kematian turun tajam. Tetapi ekonomi terkontraksi lebih tajam.Ketiga, pemerintah menjalankan kebijakan test dan karantina. Masyarakat terinfeksi di karantina dan tidak boleh melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. Tentu saja untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Semua biaya test dan karantina seharusnya ditanggung pemerintah termasuk tunjangan pendapatan serta bantuan sosial.

Sedangkan masyarakat yang sehat bebas beraktivitas ekonomi maupun sosial. Karena pihak terinfeksi dikarantina maka pihak sehat tidak khawatir tertular. Tidak ada pembatasan sosial bagi yang sehat. Hasil kebijakan ini sangat luar biasa.

Angka terinfeksi dan kematian Covid-19 turun tajam, dan pandemi jauh lebih cepat selesai. Sedangkan penurunan ekonomi terjaga, jauh lebih rendah dari semua alternatif kebijakan.Vietnam dan Selandia Baru sepertinya mengikuti kebijakan yang terakhir. Lockdown ketat dari dunia luar.

Pemisahan sejak dini terinfeksi dari yang sehat.Contoh kasus Denmark dan Swedia sangat menarik untuk jadi pembelajaran. Kedua negara tetangga Skandinavia ini memilih kebijakan pengendalian pandemi yang sangat berbeda.Denmark memberlakukan lockdown secara ketat.

Sedangkan Swedia menjalankan kebijakan sangat longgar, menuju terjadinya ‘herd immunity’. Menurut Dhaval Joshi, chief European investment strategist di BCA Research Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, kebijakan Swedia ternyata tidak berhasil menahan penurunan ekonomi. Indeks keyakinan konsumen Swedia turun lebih tajam dari Denmark.Selain itu, jumlah terinfeksi di Swedia jauh lebih tinggi dari Denmark.

Angka terinfeksi Denmark terkendali dan mulai turun pada awal April 2020. Puncaknya, kurang dari 60 terinfeksi per 1 juta penduduk.Sedangkan angka terinfeksi di Swedia meningkat terus hingga akhir Juni 2020. Mencapai lebih dari 110 terinfeksi per 1 juta penduduk. Sebagai konsekuensi, tingkat kematian di Swedia juga jauh lebih tinggi dari Denmark.Kenaikan tingkat pengangguran ternyata hampir sama di kedua negara selama pandemi.

Swedia tidak berhasil menekan tingkat pengangguran seperti yang diperkirakan, meskipun memberlakukan relaksasi pembatasan sosial.Ada beberapa negara atau teritori terlalu cepat membuka relaksasi pembatasan sosial. Antara lain Jakarta yang mendapat tekanan dari pemerintah pusat. Studi dari universitas John Hopkins, AS memperlihatkan relaksasi kebijakan lockdown terlalu dini mempunyai dampak buruk terhadap ekonomi. Bukan meningkatkan ekonomi seperti yang dikira.

Karena relaksasi membuat jumlah terinfeksi meningkat lagi. Sedangkan jumlah terinfeksi mempunyai korelasi negatif dengan pertumbuhan belanja konsumen. Yaitu, semakin tinggi jumlah terinfeksi, semakin rendah pertumbuhan belanja konsumen. Artinya, relaksasi pembatasan sosial memberi dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena konsumen dengan sendirinya akan membatasi aktivitas ekonominya karena mereka khawatir tertular.

Tingkat terinfeksi tinggi juga akan menghambat investasi. Investor akan bereaksi negatif kalau tingkat infeksi dibiarkan tinggi.Indonesia memilih relaksasi pembatasan sosial di atas lockdown, karantina wilayah atau PSBB sekalipun. Misalnya, kebijakan dibolehkan mudik atau pulang kampung yang mengundang kritik dari masyarakat termasuk tenaga kerja kesehatan.Kebijakan PSBB Jakarta sebelumnya cukup berhasil menekan jumlah terinfeksi.

Ketika PSBB diperlonggar, jumlah terinfeksi meningkat tajam. Lockdown mini akan membuat masyarakat tambah bingung dan membatasi aktivitas sosialnya lebih ketat. Sehingga kebijakan ini akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih buruk.

Anthony Budiawan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download

Related Posts

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian Menteri Perdagangan Budi Santoso karena dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan...

: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

Park Shin Hye Melahirkan Anak Kedua

by Desti Dwi Natasya
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pasangan aktor Park Shin Hye dan Choi Tae Joon tengah berbahagia setelah menyambut kelahiran anak kedua mereka....

Tim renang Indonesia lolos final nomor 4x100m medley relay Asian Games 2026. Erick Thohir meminta perenang tampil maksimal dan membidik emas.

Tim Renang Indonesia Tembus Final Asian Games

by Desti Dwi Natasya
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim renang Indonesia berhasil melaju ke final nomor men’s 4x100m medley relay Asian Games 2026 yang berlangsung...

Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

by Rizki Meirino
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan Pilihan BuSan, produk lokal yang dikurasi langsung...

Sarapan Oatmeal - pexels/https://kaboompics.com/

Selain Nasi, 5 Karbohidrat yang Baik dikonsumsi untuk Mendapatkan Lebih Banyak Energi

by Chodijah Febriani
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Karbohidrat sering dianggap sebagai nutrisi yang harus dibatasi. Biasanya, karbohidrat adalah kelompok makanan pertama yang dihilangkan atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

September 22, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Waduh, Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Status Wapres Dipertanyakan

September 22, 2026
IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

September 21, 2026
Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

September 22, 2026
Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

September 22, 2026
: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

Park Shin Hye Melahirkan Anak Kedua

September 22, 2026
Tim renang Indonesia lolos final nomor 4x100m medley relay Asian Games 2026. Erick Thohir meminta perenang tampil maksimal dan membidik emas.

Tim Renang Indonesia Tembus Final Asian Games

September 22, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

September 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved