• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Prodia Hadirkan Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif, Pantau Respons Imun Terhadap Virus Corona

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
February 24, 2021
in Lifestyle
0
1.500 Pedagang Pasar Tanah Abang Disuntik Vaksin Covid-19

Cobisnis.com – Pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif merupakan pemeriksaan yang dapat mengukur titer antibodi atau antibodi penetral dalam tubuh seseorang terhadap virus penyebab COVID-19.

Pemeriksaan ini mampu mengevaluasi respons imun seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun terhadap virus dari waktu ke waktu.

Prodia menghadirkan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif yang sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus
berkontribusi terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Kami terus berupaya menyediakan
pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemi ini, salah satunya adalah
pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) pada saat
memasuki tahun vaksinasi COVID-19,” kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, dalam siaran pers yang diterima Cobisnis.com, Rabu (24 Februari 2021).

Dengan pemeriksaan ini, seseorang dapat mengetahui dan memeriksa titer antibodi terhadap virus penyebab Covid-19.

Titer antibodi yang diperiksa dalam pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif ini adalah antibodi
terhadap protein khusus dari virus penyebab COVID-19, yaitu protein spike-RBD (Spike-Receptor Binding Domain).

Antibodi tersebut dapat terbentuk tidak hanya oleh vaksinasi, tetapi infeksi alami yang juga memicu tubuh membentuk antibodi.

Oleh karena itu, selain bermanfaat untuk menilai efektivitas bagi pasien pasca vaksinasi COVID-19, pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk pemantauan
pada seseorang yang pernah didiagnosis COVID-19 dan juga sebagai screening sebelum terapi plasma
konvalesen untuk melihat seberapa besar titer antibodi yang dimiliki pendonor.

*Lalu, apa bedanya dengan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kualitatif atau yang lebih dikenal dengan serology test COVID-19?*

“Perbedaannya terletak pada target protein yang digunakan. Anti SARS-CoV-
2 Kualitatif atau serology test COVID-19 mendeteksi antibodi terhadap protein Nucleocapsid (N), sedangkan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif mendeteksi antibodi terhadap protein Spike-RBD,” jelas Dewi.

Antibodi terhadap protein Spike-RBD ini lah yang diketahui memiliki daya netralisasi terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Dengan terbentuknya antibodi terhadap protein Spike-RBD pada seseorang, maka apabila ada virus SARS-CoV-2 masuk, antibodi penetral ini akan melakukan blocking terhadap masuknya virus, sehingga virus tidak dapat menginfeksi sel dan memperbanyak diri.

Untuk itu, disamping menjalankan protokol kesehatan secara ketat, penting untuk secara berkala melakukan pemantauan jumlah titer antibodi atau
antibodi penetral dalam tubuh terhadap virus penyebab COVID-19 untuk meminimalisir paparan virus, dengan melakukan pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif.

Perkembangan antibodi yang dapat dideteksi umumnya terjadi pada hari ke-14, namun tidak menutup
kemungkinan pada beberapa orang memerlukan waktu lebih lama hingga 28 hari.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan 14 hari setelah dosis vaksin terakhir diberikan untuk melihat respon imun, lalu secara berkala dapat dilakukan setiap 3-6 bulan sekali. Untuk para penyintas Covid-19, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan secara berkala pada 3-6 bulan sekali.

Terakhir, untuk pendonor plasma konvalesen, pemeriksaan ini dapat dilakukan sebelum memberikan donor.

Titer antibodi atau antibodi penetral ini diharapkan dapat bertahan selama 1 tahun dalam tubuh namun seperti yang ditunjukkan oleh berbagai studi, lama bertahannya antibodi terhadap SARS-CoV-2 dalam tubuh berbeda-beda sehingga disarankan dilakukan pemeriksaan anti SARS-CoV-2 kuantitatif pada bulan pertama sejak dosis vaksin terakhir dan secara berkala.

“Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif ini, Anda dapat melakukannya di seluruh cabang Laboratorium Klinik Prodia di Indonesia sejak tanggal 25 Januari 2021,” ujar Dewi.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
download lava firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download

Related Posts

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Isu mengenai ancaman pemutusan kabel bawah laut untuk jaringan internet internasional memunculkan diskusi tentang keamanan infrastruktur digital...

BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

by Rizki Meirino
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), memperkuat...

iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple memperkenalkan sejumlah produk baru pada 26 hingga 27 Oktober 2026. Jajaran tersebut mencakup iPad Mini dengan...

Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Samsung dikabarkan berencana memangkas produksi ponsel Galaxy A Series hingga sekitar 10 juta unit. Langkah ini disebut...

KPK Periksa Kantor PT Djarum dalam Pengembangan Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Kantor PT Djarum dalam Pengembangan Kasus Bea Cukai

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai dengan menggeledah sejumlah lokasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

October 28, 2026
Karyawan Menelepon Saat Bekerja - pexels/https://kaboompics.com/

3 Tips Cara Terbaik untuk Berhenti Menunda-nunda Pekerjaan

October 28, 2026
Apple memperluas dukungan Siri AI dengan lima bahasa baru lewat OS 27.2. Simak daftar bahasa yang tersedia dan apakah bahasa Indonesia termasuk.

Siri AI Tambah 5 Bahasa, Indonesia Belum Masuk

October 28, 2026
IFG Umumkan Perubahan Susunan Direksi Jasindo

Hilirisasi Nasional Makin Cepat, Asuransi Jasindo Siap Perkuat Perlindungan Risiko

October 27, 2026
Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

October 28, 2026
BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

October 28, 2026
iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

October 28, 2026
Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

October 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved