Cobisnis.com – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain utama di industri mobil listrik. Hal itu ditegaskannya saat melakukan pengecekan sejumlah fasilitas stasiun pengisian mobil listrik (charging station) sambil melakukan uji coba mengendarai mobil listrik.
Sebelumnya, PLN mengadakan uji coba kendaraan listrik dengan rute perjalanan dari Jakarta menuju Bali pada pertengahan Desember. Uji coba ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN untuk terus mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
“Hari ini saya mencoba mengendarai mobil listrik dan mengecek kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali. Mobil listrik ini sudah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali, yang apabila dengan BBM ongkosnya adalah Rp1,1 juta, maka dengan mobil listrik hanya Rp200 ribu. Hal ini tentunya sangat menghemat terutama di masa pandemi seperti ini,” kata Erick Thohir dalam keterangan tertulis dilansir Antara, Sabtu (2 Januari 2021).
Mobil listrik lebih ramah lingkungan karena Emisi yang dihasilkan lebih rendah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, sehingga akan mengurangi polusi udara dan juga polusi suara.
“Bahkan PLN memberikan diskon 30 persen untuk isi daya di malam hari,” kata Erick.
Pesan penting lainnya adalah semua pihak harus menjaga ketahanan energi nasional karena saat ini Indonesia mengimpor 1,5 juta barrel per hari untuk BBM atau setara Rp 200 triliun pertahun. Mobil listrik, kata dia, adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri.
TKDN dan Tenaga Kerja Lokal
Perintah Erick Thohir ke PLN sejak awal adalah memperbaiki layanan kepada masyarakat dan juga merubah strategi usahanya sesuai dengan pola kehidupan masyarakat karena pandemi, yaitu agar PLN terus mengantisipasi pengembangan mobil listrik.
Sebagai informasi, PLN saat ini sudah masuk dalam konsorsium BUMN yang membangun baterai listrik dengan Korea dan China.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memastikan proyek pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi antara LG Energy Solution Ltd (Korsel) dengan konsorsium BUMN akan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja lokal.
Bahlil menuturkan, dalam proses negosiasi, pemerintah Indonesia meminta pengusaha nasional dan pengusaha daerah serta UMKM terlibat dalam investasi tersebut. Hal itu dilakukan guna mendorong agar investasi masuk sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Termasuk kesepakatan terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tidak bisa ditawar.
Lokasi pabrik industri baterai kendaraan listrik ada dua. Dari sisi hulu dilakukan pembangunan smelter dan tambang di Maluku Utara sementara produksi prekursor dan katoda serta sebagian baterai sel dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.














