• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, May 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Era Keterbukaan Berpikir, Kaum Muda “Speak Up” Lebih Dini Melawan Benih Radikalisme

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
December 28, 2020
in Nasional
0
Era Keterbukaan Berpikir, Kaum Muda “Speak Up” Lebih Dini Melawan Benih Radikalisme

Cobisnis.com – Aktivis sekaligus Direktur Komprehensi, Ahmad Nabil Bintang, mengatakan anak-anak muda dan generasi Milenial harus aktif bersuara (speak up) melakukan kontra narasi melawan maraknya konten-konten yang mendukung paham intoleransi. Menurut dia, jika paham intoleransi dibiarkan, berpotensi menjadi radikalisme karena sifatnya berkembang terus menerus.

“Kami ingin narasi-narasi terbaik berkualitas disebarkan masif untuk melawan penyebaran paham intoleransi yang berujung radikalisme ini,” kata Ahmad Nabil Bintang dalam diskusi Dialog Rakyat: Toleransi Multi Agama Sebagai Payung Anti Radikalisme di Selasar.in Cafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (28 Desember 2020).

Upaya kontra narasi ini harus dilaksanakan berkesinambungan. Menurut Ahmad, literasi dan edukasi adalah pekerjaan terus menerus. Jika sempat terhenti, bisa menimbulkan masalah baru.

“Kami ingin mengatakan bahwa kesejahteraan dan keadilan sekarang menjadi fokus kita berbangsa dan bernegara. Soal intoleransi dan radikalisme ini sangat mengganggu,” ujarnya.

Direktur Deradikalisasi BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, M.A sepakat dengan ide speak up kaum muda. Di zaman teknologi informasi, menurut dia, sifat diam atau senyap sangat berbahaya karena anak-anak muda melek informasi sehingga harus terlibat dalam memberitahukan perubahan.

“Jadi anak-anak muda jangan diam. Harus speak up melalui saluran seperti media sosial dan terus memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif,” ujar Prof Irfan.

Direktur Jaringan Moderasi Indonesia, Islah Bahrawi, mengatakan ide speak up bisa diwujudkan dengan aktif melakukan gerakan intelektual melawan pemikiran radikal.

“Jadi saya katakan begini ya, intoleransi adalah bibit radikalisme yang nantinya akan berubah ke ekstrimisme dan terakhir masuk ke terorisme,” tutur Islah.

Saat ini, kata dia, bibit radikalisme dengan mudah terlihat jika seseorang berpikir mendevaluasi dan mendegradasi negara.

“Orang-orang seperti ini biasanya enggak nyaman dengan perbedaan. Dia bersikap menghakimi dan mendevaluasi negara sehingga pemikiran ini bisa terus berkembang, misalnya dipupuk sama hoax dan disinformasi,” jelasnya.

Moderasi Beragama, Moderasi Berpolitik

Direktur Nurcholish Madjid Society, Fachrurozi Majid, mengajak para mahasiswa atau calon-calon akademisi untuk meluruskan narasi-narasi yang salah selama ini. Terutama gelombang informasi di media sosial yang berbahaya karena bisa menyebar pesan-pesan radikal dan berbau teror.

“Narasi agama selalu perdamaian, tetapi ada yang memotong-motong narasi itu menjadi masalah baru,” ujarnya.

Fachrurozi mengatakan media sosial harus menjadi lahan mempertontonkan bagaimana Islam dan agama lainnya bisa menghargai satu sama lain.

“Gelorakan moderasi beragama dan moderasi berpolitik di media sosial. Kita bisa mulai dengan konten-konten edukasi dan mendidik di media sosial sebagai kontra narasi karena pikiran intoleransi ini jangan dianggap perkara sederhana,” ujarnya.

Mantan napi terorisme (napiter) Iqbal Husaini melihat salah satu kunci melawan radikalisme adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Memberikan pemahaman kepada anak-anak muda agar terhindar dari konten dan paparan radikalisme bukan perkara mudah di era keterbukaan informasi.

“Sederhananya begini, ketika ada seseorang menganggap negaranya bersalah dan salah, itu bisa jadi bibit radikalisme. Di Papua itu ada masalah separatisme dan itu enggak bisa disebut radikalisme. Papua itu Puncak Jaya saja konflik, lainnya seperti Sorong, Merauke, semua aman. Sementara ada pihak-pihak yang menyebut di Papua itu radikalisme, ini kan pembelokan,” ujar Iqbal.

Sultan Rivandi dari Presma UIN Jakarta 2019-2020 sepakat dengan ide moderasi pemikiran, terutama di dua hal yakni moderasi berpolitik dan moderasi beragama.

“Saya sepakat dengan moderasi beragama, tapi kita perlu juga moderasi berpolitik. Bagaimana negara mendistribusikan sebuah keadilan, maka keterbukaan pikiran dalam hal ini sangat penting,” ujarnya.

“Kemarin kita sempat terpecah karena cebong dan kampret, tetapi akhirnya cebong dan kampret itu hilang setelah 02 (Prabowo-Sandiaga) masuk ke 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) menjalankan (pemerintahan) negara ini bersama-sama,” jelasnya.

Selain itu, Sultan juga menekankan betapa pentingnya menyeimbangkan doktrin agama (samawi) dan doktrin demokrasi (politik/duniawi).

“Kita pelajari dan pahami apa itu ekstrimisme, apa itu fundamentalisme, apa itu radikalisme, dan lain-lain. Mari kita tonjolkan nalar kritis sebagai mahasiswa dan bangsa yang beradab,” kata Sultan.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
free online course
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=

Related Posts

Tekuk Wakil Tuan Rumah, Ginting Lanjut ke 16 Besar Malaysia Masters

Tekuk Wakil Tuan Rumah, Ginting Lanjut ke 16 Besar Malaysia Masters

by Hidayat Taufik
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sukses menembus babak 16 besar Malaysia Masters 2026. Ia meraih kemenangan...

Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional

Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional

by Hidayat Taufik
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka tender 98 wilayah kerja (WK) migas baru dalam ajang IPA Convex 2026....

Bukan Arab Saudi, Mohamed Salah Justru Dekat ke Fenerbahce

Fear The Night Kembali Tayang di TV, Film Thriller Brutal Bertema Home Invasion

by Desti Dwi Natasya
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Film Fear The Night akan kembali menghibur penonton di layar televisi malam ini melalui program Bioskop Trans...

Presiden Prabowo Sampaikan Kem dan PPKF Pada Rapat Paripurna DPR

Presiden Prabowo Sampaikan Kem dan PPKF Pada Rapat Paripurna DPR

by Rizki Meirino
May 20, 2026
0

Presiden Prabowo Subianto, disaksikan Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati dan Saan...

Starbucks Korea Minta Maaf Setelah Kampanye “Tank Day” Tuai Kontroversi

Starbucks Korea Minta Maaf Setelah Kampanye “Tank Day” Tuai Kontroversi

by Zahra Zahwa
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Starbucks Korea, Sohn Jeong-hyun, dipecat setelah kampanye promosi “Tank Day” memicu kemarahan publik di South Korea....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

May 13, 2026
Harga Diesel SPBU Swasta Melonjak, Bahlil Tegaskan Solar dan Bensin Subsidi Tidak Naik

Bahlil Bantah Pertemuan Terkait Surat ke Prabowo, tapi Kadin China Akui Banyak Keluhan yang Dikirim

May 19, 2026
Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta Disambut Antusias

Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta Disambut Antusias

May 19, 2026
Harga Bensin Tembus 4,5 Dolar, Trump Fokus Buka Selat Hormuz

Harga Bensin Tembus 4,5 Dolar, Trump Fokus Buka Selat Hormuz

May 19, 2026
Tekuk Wakil Tuan Rumah, Ginting Lanjut ke 16 Besar Malaysia Masters

Tekuk Wakil Tuan Rumah, Ginting Lanjut ke 16 Besar Malaysia Masters

May 20, 2026
Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional

Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional

May 20, 2026
Bukan Arab Saudi, Mohamed Salah Justru Dekat ke Fenerbahce

Fear The Night Kembali Tayang di TV, Film Thriller Brutal Bertema Home Invasion

May 20, 2026
Presiden Prabowo Sampaikan Kem dan PPKF Pada Rapat Paripurna DPR

Presiden Prabowo Sampaikan Kem dan PPKF Pada Rapat Paripurna DPR

May 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved