Cobisnis.com – Sektor ritel di Amerika Serikat (AS) sedang bersiap menghadapi gelombang pengembalian barang dari penjualan online yang membeludak selama Natal dan Tahun Baru 2021 yang dirayakan untuk pertama kalinya di tengah pandemi virus Corona mematikan.
Untuk membuat proses pengembalian barang lebih efisien, peritel seperti Walmart Inc dan Target Corp mengizinkan konsumen menyerahkan hadiah/barang yang tidak diinginkan (dikembalikan) melalui FedEx atau situs drop-off United Parcel Service.
Peritel lain seperti Best Buy, Dick’s Sporting Goods, dan Nordstrom, menawarkan inovasi pengembalian barang untuk pertama kalinya dengan meletakkannya di depan rumah. Langkah ini juga sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19 karena banyak toko-toko yang sudah tutup atau mengurangi jumlah pelanggan yang diizinkan masuk.
Pengembalian barang dari penjualan online akan membengkak tahun ini. Pembeli/konsumen menghindari penularan Covid-19 beralih ke toko ke online – di mana tingkat pengembalian secara historis lebih tinggi.
Peritel juga berada di bawah tekanan untuk membuat proses pengembalian barang selancar mungkin. Terlebih, proses pengembalian ini termasuk sebagai upaya mempertahankan konsumen dan pelanggan lama. Perusahaan logistik seperti UPS dan FedEx sudah dibanjiri dengan paket dan pengiriman barang.
Beberapa pusat perbelanjaan di AS juga berupaya untuk memudahkan pengembalian. Mall of America dan Simon Property Group menjalin kemitraan dengan Narvar, penyedia manajemen pengembalian barang.
Kemitraan ini melayani pembeli dengan menghilangkan kebutuhan pembeli untum mencetak label pengembalian terhadap paket yang dikirim/dikembalikan.
Federasi Ritel Nasional AS memperkirakan penjualan selama liburan tahun 2020 melonjak sebanyak 5,2% dari tahun lalu menjadi $ 766,7 miliar. Sekitar 13% barang dagangan, atau barang senilai sekitar $ 101 miliar, yang dijual selama musim liburan 2020, akan dikembalikan.
Optoro, perusahaan yang membantu peritel menyortir, menjual kembali, dan membuang barang dagangan yang dikembalikan, menempatkan jumlah pengembalian barang tahun ini lebih tinggi. Menurut Optoro, pengembalian barang selama masa liburan AS akhir tahun 2020 akan mencapai $ 115 miliar antara Thanksgiving hingga akhir Januari.
Selain itu, tingkat pengembalian barang/pakaian toko di angka 5% sampai 8%, sementara pengembalian dari belanja online mencapai 30%.
“Perhitungan itu telah menciptakan peningkatan pendapatan yang signifikan,” kata kata Rob Zomok, presiden operasi global Inmar Intelligence, yang memproses sekitar 600 juta pengembalian ritel dan e-commerce setiap tahunnya.
Saat ini jumlah pengembalian barang dari penjualan online berada pada rekor tertinggi.
“Ketika Anda belanja 100% online, Anda mungkin memesan beberapa (item) tambahan dengan maksud untuk dikembalikan,” kata Sriram Sridhar, kepala eksekutif LateShipment.com, yang membantu klien melacak paket.
“Kami berharap setiap peritel mendapatkan sekitar 50% lebih banyak keuntungan daripada tahun-tahun sebelumnya selama musim liburan,” kata Sridhar.














