JAKARTA, Cobisnis.com – Marc Marquez tidak ingin memaksakan diri untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di seri Qatar akhir pekan ini. Pembalap asal Spanyol tersebut memilih fokus menjalani setiap sesi dan berusaha memberikan hasil terbaik.
Marquez saat ini unggul 44 poin atas Jorge Martin yang menempati posisi kedua klasemen sementara. Peluangnya mengunci gelar di Qatar terbuka, tetapi ia masih harus memperlebar jarak poin menjadi minimal 74 poin dari pesaing terdekat.
Situasi Martin juga menjadi perhatian karena pembalap tersebut masih menjalani pemulihan cedera. Marco Bezzecchi turut menjadi pesaing yang berpotensi menempati posisi kedua klasemen.
Meski peluang menjadi juara semakin besar, Marquez tidak ingin terlalu agresif mengejar kepastian gelar. Ia memilih bersikap realistis dengan mempertimbangkan karakter sirkuit dan kondisi balapan.
“Qatar adalah trek yang luar biasa namun bukan salah satu favorit saya dan di masa lalu, saya beberapa kali mengalami kesulitan di sana. Namun di tahun lalu, kami bisa tampil cepat dan kompetitif,” ujar Marquez.
Ia juga menyinggung pengalamannya di Malaysia sebagai acuan dalam menjaga konsistensi sepanjang akhir pekan balapan. Menurutnya, strategi yang digunakan tetap sama, yakni menjalani setiap hari dengan baik dan menghindari kesalahan.
“Di Malaysia, kami bisa mengelola akhir pekan dengan baik, terutama di Sabtu, ketika mudah membuat kesalahan. Strategi yang ada tidak berubah di sini. Kami bekerja dari hari ke hari dengan tujuan memberikan yang terbaik di balapan Minggu,” katanya.
Dengan keunggulan poin saat ini dan tiga seri tersisa, Marquez memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara dunia. Namun, kegagalan finis atau kehilangan poin akibat kesalahan justru dapat memperumit posisinya.
Setelah MotoGP Qatar, kalender balapan masih menyisakan MotoGP Portugal dan MotoGP Valencia. Dua seri tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Marquez untuk memastikan gelar jika belum berhasil menguncinya di Qatar.













