JAKARTA, Cobisnis.com – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan kritik setelah timnya menang 2-0 atas Everton dalam lanjutan Premier League pada Sabtu (24/10/2026). Ia merasa penerapan aturan area teknis di pinggir lapangan belum berjalan konsisten setelah kembali menerima kartu kuning.
Pelatih asal Spanyol itu mendapat kartu kuning kedua musim ini karena dianggap melewati batas area teknis yang telah ditentukan bagi pelatih selama pertandingan.
Laga yang dipimpin wasit Tony Harrington tersebut berlangsung dalam suasana tegang. Selain Arteta, manajer Everton David Moyes dan asisten pelatih Arsenal Gabriel Heinze juga menerima kartu kuning.
Arteta menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan aturan terhadap manajer di Premier League. Ia menyinggung seorang pelatih yang disebutnya berkali-kali meninggalkan area teknis tanpa mendapat kartu kuning.
“Ada manajer yang memegang rekor di liga, 36 kali dalam 10 menit meninggalkan garis pinggir lapangan, tanpa kartu kuning,” ujar Arteta yang dikutip dari berbagai sumber, Senin (26/10/2026).
Ia juga mengaku memiliki banyak dokumentasi untuk mendukung kritiknya terhadap penerapan aturan tersebut.
“Jadi, saya akan memotong semua itu. Saya punya banyak sekali koleksi gambar. Jadi jika seseorang berkata, ‘Saya belum masuk rekor, orang lain yang memegang rekor,’ maka manajer [lain] itu akan mendapat 36 kartu kuning dalam 10 menit,” tambahnya.
Arteta selama ini dikenal sebagai pelatih yang ekspresif dan kerap bergerak keluar dari area teknis ketika memberikan instruksi kepada para pemainnya. Namun, kartu kuning terbarunya membuat ia semakin dekat dengan ancaman sanksi larangan mendampingi tim di pinggir lapangan.
Dengan dua kartu kuning yang telah diterimanya musim ini, Arteta hanya berjarak satu kartu lagi dari ancaman larangan mendampingi Arsenal selama satu pertandingan. Ia pun mengakui perlu lebih berhati-hati dalam mengendalikan perilakunya di area teknis.
“Saya memang harus berhati-hati. Dan, kita perlu memiliki sensor yang bagus di sana,” katanya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kemenangan atas Everton menjadi hasil penting bagi Arsenal dalam persaingan di papan atas klasemen Premier League.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal menyamai perolehan poin Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara. City sebelumnya menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa, sehingga persaingan di papan atas semakin ketat.













