JAKARTA, Cobisnis.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kualitas udara di Jakarta mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari terakhir. Hal itu disampaikannya saat berada di Jakarta Utara pada Jumat, 16 Oktober 2026.
“Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (16/10).
Menurut Pramono, perkembangan kualitas udara dipantau melalui ratusan alat pemantau emisi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Data tersebut menjadi sumber pemantauan tambahan di luar informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” ujarnya.
Pramono mengatakan dirinya sudah ingin menginformasikan kondisi tersebut kepada publik sejak beberapa hari lalu. Namun, ia menahan penyampaian informasi itu untuk menghindari polemik mengenai faktor yang menyebabkan kualitas udara memburuk.
“Dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa?” ungkapnya.
Ia juga menegaskan tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu atas kondisi udara yang terjadi. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi kemungkinan dampak kondisi tersebut terhadap kesehatan warga.
Pemprov DKI Siapkan Layanan Kesehatan
Sebagai langkah antisipasi, Pramono telah meminta jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menangani warga yang mengalami gangguan akibat memburuknya kualitas udara.
“Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan), terutama rumah sakit,dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” ujar Pramono.
Persiapan tersebut meliputi kesiapan memberikan layanan dan bantuan medis bagi masyarakat yang mengalami masalah pernapasan maupun gangguan kesehatan lain yang berhubungan dengan kondisi udara.
“Bersiap diri memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” jelasnya.
Pemprov DKI telah menginstruksikan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar dapat memberikan penanganan kepada warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
BMKG Sebut Asap Karhutla Belum Mengarah ke Jakarta
Kondisi udara yang memburuk sebelumnya juga menjadi perhatian pengguna Threads. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Melalui unggahan di media sosial tersebut, warga mempertanyakan apakah asap dari kebakaran lahan sudah mencapai Jakarta. Namun, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyampaikan bahwa Jakarta dan kawasan Jabodetabek tidak masuk dalam wilayah sebaran asap yang terpantau.
“Namun, BMKG menegaskan bahwa asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta,” ujar Guswanto, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026).
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada kepastian bahwa memburuknya kualitas udara di Jakarta berkaitan dengan asap karhutla. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin dialami masyarakat.













