JAKARTA, Cobisnis.com – Transparansi kadar emas menjadi perhatian setelah muncul perbincangan mengenai dugaan perbedaan kadar perhiasan saat dijual kembali. Perbedaan hasil pengukuran dan metode penilaian dapat memengaruhi harga yang diterima konsumen.
Pembahasan tersebut diangkat dalam video kanal YouTube Kasisolusi bertajuk Jual Emas Malah Turun 2 Karat⁉️ Niat Untung Malah Rugi? Begini Cara Cek Kadar Emas Biar Gak Dirugikan. Video itu membahas pentingnya pemeriksaan kadar emas sebelum transaksi dilakukan.
Dalam video tersebut, pembawa acara bersama pelaku usaha emas menguji perhiasan menggunakan alat XRF. Alat ini digunakan untuk mengukur komposisi logam, termasuk persentase kandungan emas.
Salah satu contoh pengujian menunjukkan kandungan emas sebesar 77,31 persen. Berdasarkan tabel standar yang ditampilkan dalam video, kadar tersebut masuk dalam rentang 18 karat, meski penilaian dapat berbeda jika menggunakan tabel konversi lain.
Perbedaan metode penilaian ini menjadi perhatian karena kadar emas berkaitan dengan nilai transaksi. Jika hasil pengukuran atau pembulatan karat berbeda, harga yang ditawarkan kepada penjual juga berpotensi berbeda.
“Bisnis emas itu bisnis kepercayaan. Kalau orang enggak percaya masalah transparansi, kadar gramasi, ya gimana mau bisa besar nih bisnis,” dikutip dari kanal YouTube Kasisolusi, Selasa (13/10/2026).
Video tersebut juga menyoroti pentingnya keterbukaan saat transaksi berlangsung. Konsumen perlu mengetahui hasil pengukuran, persentase kandungan emas, serta dasar penentuan karat sebelum menyepakati harga jual.
Penggunaan alat pengukur seperti XRF dapat membantu memberikan informasi lebih terukur mengenai komposisi perhiasan. Namun, konsumen tetap perlu memastikan proses pemeriksaan dilakukan dengan benar dan hasilnya dijelaskan secara terbuka.
Selain kadar, konsumen juga perlu memperhatikan berat perhiasan dan harga yang ditawarkan. Membandingkan penawaran dari beberapa toko dapat menjadi langkah untuk memahami perbedaan nilai transaksi sebelum memutuskan menjual emas.
Pada akhirnya, kejelasan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan antara penjual dan pembeli. Transparansi hasil pemeriksaan dan kesepakatan harga dapat membantu konsumen mengambil keputusan dengan lebih baik.













