JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mulai menyiapkan kemungkinan kembali menjalankan operasi militer besar terhadap Iran. Pentagon disebut telah meminta Komando Pusat AS atau CENTCOM menyelesaikan persiapan untuk operasi tersebut.
Arahan itu disampaikan dalam beberapa hari terakhir. Namun, belum ada tanggal khusus yang ditetapkan untuk memulai serangan dan Presiden Donald Trump juga belum mengambil keputusan final.
Persiapan tersebut dilakukan ketika opsi untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran kembali dibahas di lingkungan pemerintahan Trump. Opsi yang disiapkan disebut dapat mencakup serangan terhadap fasilitas nuklir, energi, dan infrastruktur Iran.
Trump dan tim keamanan nasionalnya sebelumnya membahas strategi terkait Iran dalam pertemuan di Camp David. Setelah pertemuan itu, militer AS menyusun sejumlah opsi operasi yang nantinya dapat dipertimbangkan oleh Trump.
Rencana tersebut muncul menjelang pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Sejumlah sumber AS dan Israel menilai kemungkinan operasi baru sebelum pemilu masih terbuka, meski belum menjadi keputusan resmi.
Trump juga kembali berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya disebut telah berbicara dua kali dalam beberapa hari terakhir setelah hubungan komunikasi antara keduanya sempat lebih jarang.
Menurut sumber Israel, pembahasan mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar terhadap Iran kini meningkat. Namun, peluang serangan sebelum pemilu disebut belum tinggi dan kemungkinan dapat meningkat setelah pemilu.
Kembalinya perang dalam beberapa pekan ke depan berpotensi menimbulkan dampak ekonomi. Salah satu kekhawatiran utama adalah kenaikan harga minyak yang dapat ikut menekan harga bahan bakar dan barang lainnya.
Situasi juga berpotensi berdampak terhadap Israel. Jika serangan terhadap Iran kembali dimulai, Iran diperkirakan dapat merespons dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel, sehingga konflik dapat kembali meningkat di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemilu sela pada 3 November 2026, sementara Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober 2026. Karena itu, keputusan mengenai operasi militer baru terhadap Iran juga berlangsung dalam situasi politik yang sensitif bagi kedua negara.
Hingga kini, belum ada keputusan final dari Trump mengenai kapan atau apakah operasi besar tersebut akan benar-benar dimulai. Pentagon sendiri menegaskan bahwa tugas militer adalah menyiapkan dan menyampaikan opsi operasi kepada presiden untuk diputuskan.












