JAKARTA, Cobisnis.com – Daus Mini mengaku mengalami dampak sosial setelah nama dan fotonya dicatut akun media sosial palsu. Akun tersebut menggunakan identitas Dayus Mini dan disebut menyebarkan konten provokatif serta ujaran kebencian.
Daus menilai konten yang disebarkan akun tersebut seolah olah berasal darinya. Ia menegaskan tidak pernah membuat narasi negatif yang menyerang pemuka agama atau kelompok tertentu.
“Ya karena si oknum ini, isinya tuh ujaran kebencian. Seakan-akan itu saya, seakan-akan itu Daus Mini yang lagi apa lah namanya tentang agama,” kata Daus.
Daus menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan yang dibuatnya pada Agustus 2026.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/5798/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam laporan tersebut, Daus mempersoalkan akun bernama Dayus Mini yang menggunakan nama dan fotonya untuk menyebarkan konten kebencian terhadap kelompok agama tertentu.
Pengacara Daus, Zecky Alatas, menyebut pencatutan identitas tersebut telah menimbulkan kerugian bagi kliennya. Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan pembunuhan karakter terhadap Daus sebagai seorang selebritas.
“Yang jelas ini adalah salah satu kerugian pembunuhan karakter, salah satunya kepada Daus Mini sebagai selebritas. Jadi ke mana-mana ya karakternya assassination, artinya jelek aja namanya Daus Mini,” kata Zecky.
Zecky mengatakan konten dari akun tersebut membuat masyarakat bisa mengira Daus benar benar menyebarkan ujaran kebencian dan mengadu domba sejumlah tokoh agama. Dampaknya, Daus mengaku kerap mendapat hujatan ketika menghadiri berbagai kegiatan.
“Jadi kalau orang awam itu melihat, Daus Mini kok sekarang saat ini melakukan ujaran kebencian, mengadu domba dengan tokoh agama ini, dengan ulama ini dan itu. Jadi ke mana-mana Daus kalau pergi lagi ada undangan selalu dihujat,” ujar Zecky.
Daus mengatakan persoalan tersebut juga membuat dirinya tidak nyaman ketika berada di tempat umum. Ia bahkan mengaku pernah hampir ditunjuk tunjuk oleh orang akibat konten yang dibuat akun tersebut.
Selain hujatan, Daus menyebut pernah menerima pesan langsung yang berisi dugaan ancaman dan hinaan terhadap bentuk tubuhnya. Kondisi tersebut menurutnya ikut memengaruhi aktivitas dan kenyamanan dirinya.
“Ya materiil pasti, nama besar, nama baik pasti. Dan juga ke mana-mana jadi enggak nyaman. Kok jadi Daus menjelekkan ulama si A, si B, si C gitu. Padahal sedikit pun juga enggak pernah seperti itu,” kata Daus.
Daus berharap persoalan pencatutan identitas tersebut dapat ditangani melalui proses hukum. Ia menegaskan kembali bahwa narasi yang disebarkan akun tersebut bukan berasal darinya dan telah berdampak pada nama baik yang dibangunnya selama ini.













