JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar dipercaya menjadi presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) atau Majelis Imam Masjid Dunia.
Nasaruddin dipilih setelah forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menyepakati pembentukan organisasi tersebut.
Nasaruddin mengaku merasa belum layak mendapat kepercayaan sebagai pimpinan para imam dunia.
Namun, ia menerima amanah tersebut dan berharap mendapat dukungan dalam menjalankan tugasnya.
“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar. Saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Menurut Nasaruddin, masjid perlu kembali menjalankan fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat. Masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah.
Ia menilai masjid juga dapat menjadi ruang untuk memberdayakan masyarakat, mempertemukan berbagai kelompok, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemanusiaan.
“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” ujarnya.
Nasaruddin juga merujuk pada fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW.
Saat itu, masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, dan pertemuan.
“Masjid itu bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat Negara, sekretariat memberdayakan Imam, Masjid juga baitul mal, pada zamannya,” tegasnya.
Nasaruddin berharap para imam besar dari berbagai negara dapat membantu menjalankan amanah tersebut.
Ia menyatakan kesiapannya mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk kepentingan umat.
IAMI dibentuk setelah berbagai masukan disampaikan para imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara dalam forum IGIC 2026.
Sekretariat permanen sekaligus pusat administrasi IAMI berada di Jakarta. Sementara itu, kantor wilayah organisasi tersebut berada di sejumlah kota.
Kantor wilayah IAMI mencakup Kuala Lumpur untuk kawasan Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk Australia dan Pasifik.













