JAKARTA, Cobisnis.com — Membereskan kamar ternyata bukan hanya membuat ruangan terlihat lebih rapi. Aktivitas sederhana tersebut juga dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati dan membantu seseorang merasa lebih tenang.
Saat kamar dipenuhi pakaian, kertas, piring, atau barang yang berserakan, perhatian bisa lebih mudah terpecah. Kondisi ruangan yang tidak tertata juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Menurut psikoterapis Dr Chandni Tugnait, lingkungan sekitar dapat memengaruhi cara seseorang memandang situasi, mengatur waktu, hingga merasakan kendali atas kehidupannya.
“Kamar yang berantakan juga bukan berarti seseorang malas atau tidak terorganisasi. Kesibukan sehari-hari dapat membuat barang menumpuk tanpa disadari,” ujar Dr Tugnait, seperti dikutip Only My Health, Minggu (27/9/2026).
Kamar Rapi Bisa Kurangi Gangguan Visual
Barang yang menumpuk di berbagai sudut kamar dapat menjadi rangsangan visual yang terus diterima otak. Akibatnya, perhatian bisa lebih sulit diarahkan pada satu aktivitas.
Membereskan sebagian area kamar dapat membantu mengurangi gangguan tersebut. Tidak perlu langsung membersihkan seluruh ruangan. Merapikan meja atau mengembalikan pakaian ke tempatnya sudah dapat membuat ruangan terasa lebih teratur.
Selain itu, aktivitas bersih-bersih memungkinkan seseorang mengambil keputusan sederhana. Misalnya, menentukan barang yang akan disimpan, dipindahkan, atau dibuang.
Perubahan yang terlihat setelah kamar dirapikan juga dapat memberikan perasaan bahwa seseorang memiliki kendali terhadap lingkungan di sekitarnya.
Tugas Sederhana Bisa Beri Rasa Pencapaian
Membersihkan kamar sebenarnya terdiri dari sejumlah pekerjaan kecil. Mulai dari merapikan tempat tidur, melipat pakaian, menyusun buku, membersihkan meja, hingga membuang sampah.
Setiap pekerjaan yang berhasil diselesaikan dapat memberikan rasa pencapaian. Perhatian pun tidak hanya tertuju pada pekerjaan yang belum selesai, tetapi juga pada hasil yang sudah diperoleh.
Rasa puas tersebut dapat menjadi dorongan untuk melanjutkan aktivitas lain. Dengan begitu, pekerjaan kecil di kamar dapat menjadi awal untuk mengerjakan tanggung jawab berikutnya.
Bersih-bersih Bisa Mengalihkan Pikiran
Ketika sedang menghadapi tekanan atau banyak pikiran, seseorang dapat terus memikirkan persoalan yang sama. Kondisi tersebut membuat pikiran sulit beralih.
Membersihkan kamar memberikan aktivitas fisik yang konkret. Perhatian dapat dialihkan sementara pada kegiatan seperti menyapu, melipat pakaian, atau menata barang.
“Membersihkan kamar membuat pikiran beralih pada aktivitas fisik yang lebih konkret,” ucap Dr Tugnait.
Karena itu, merapikan kamar dapat menjadi salah satu aktivitas sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus membantu mengalihkan perhatian dari stres.













