JAKARTA, Cobisnis.com – Ahli nutrisi klinis Veneka Jain mengungkapkan lima tanda yang mungkin mengindikasikan kadar asam urat tinggi, seperti nyeri sendi, pembengkakan, kesulitan mengurangi lemak perut, kelelahan, dan sering buang air kecil.
Ia menggambarkan asam urat sebagai semacam “sampah” yang diproduksi oleh tubuh dan menjelaskan bahwa kadar yang tinggi dapat menyebabkan pembentukan kristal yang menumpuk di persendian.
Namun, tidak semua gejala yang dijelaskan menandakan kadar asam urat tinggi. Jadi, apa sebenarnya yang dilakukan kadar asam urat tinggi terhadap tubuh, dan gejala apa yang harus diwaspadai?
Menurut Dr. Ruby Taparia, Konsultan Rheumatologi, Rumah Sakit KIMS, Thane, menjelaskan, asam urat lebih tepat digambarkan sebagai produk limbah normal dari metabolisme purin, daripada ‘sampah’. Sebagian besar, asam urat dikeluarkan oleh ginjal melalui urin, sementara sebagian kecil keluar dari tubuh melalui usus.
Kadar asam urat dapat meningkat ketika tubuh memproduksi terlalu banyak, ginjal tidak cukup membuangnya, atau keduanya. “Genetika, fungsi ginjal, obesitas, dehidrasi, konsumsi alkohol, dan diet tinggi makanan kaya purin dapat berkontribusi,” katanya dilansir dari Indianexpress, Sabtu (19/9/2026).
Lebih lanjut, Dr. Taparia menjelaskan kalau konsumsi fruktosa dan minuman manis yang tinggi juga dapat meningkatkan kadar asam urat . Dia juga menekankan bahwa makanan seperti telur, produk susu, dan protein nabati termasuk kacang-kacangan tidak perlu dihilangkan sepenuhnya dari diet.
Jadi, apakah kadar asam urat tinggi selalu menyebabkan gejala?
Dr. Taparia mengungkapkan, poin pentingnya adalah kadar asam urat tinggi itu sendiri seringkali tidak menimbulkan gejala.
“Kondisi ini menjadi signifikan secara klinis ketika kristal urat mengendap di jaringan,”jelas Dr. Taparia.
Kristal-kristal ini dapat memicu respons peradangan, yang mengakibatkan serangan asam urat.
Berikut beberapa gejala dapat memberikan petunjuk, tetapi gejala tersebut tidak dapat memastikan bahwa kadar asam urat seseorang tinggi.
1. Nyeri sendi yang tiba-tiba dan parah
Salah satu gejala khas asam urat adalah nyeri mendadak dan hebat pada persendian, yang umumnya menyerang jempol kaki.
“Nyeri yang dimulai tiba-tiba, seringkali di malam hari dan bisa sangat hebat,” ungkap Dr. Taparia.
Salah satu petunjuk yang perlu diperhatikan. Rasa sakitnya mungkin cukup parah sehingga sentuhan ringan sekalipun pada area yang terkena terasa tidak nyaman.
2. Sendi yang bengkak, merah, dan terasa hangath
Ketika kristal urat memicu peradangan, sendi yang terkena dapat terlihat bengkak, merah, dan terasa hangat.
“Sendi yang terkena dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat,” ujar Dr. Taparia.
Namun, sendi yang bengkak tidak selalu berarti bahwa asam urat adalah penyebabnya. Beberapa kondisi lain dapat menghasilkan gejala yang serupa.
3. Nyeri sendi berulang
Jika nyeri sendi dan pembengkakan yang parah terus berulang, terutama pada sendi yang sama, mungkin itu adalah asam urat yang perlu diwaspadai.
“Serangan berulang yang melibatkan sendi yang sama atau sendi lain, terutama pergelangan kaki atau lutut, dapat menjadi petunjuk,” kata Dr. Taparia.
Namun, seseorang tidak boleh hanya mengandalkan gejala saja untuk mendiagnosis asam urat atau kadar asam urat tinggi.
4. Endapan padat di bawah kulit
Pada penyakit asam urat yang berkepanjangan dan tidak terkontrol, kristal urat dapat menumpuk dan membentuk benjolan atau endapan keras di sekitar persendian, telinga, atau di bawah kulit.
“Ini adalah endapan urat padat yang dapat terbentuk di sekitar persendian, telinga, atau di bawah kulit setelah penyakit asam urat yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama,” tambah Dr. Taparia.
Keberadaan endapan ini dapat mengindikasikan pengendapan kristal yang sudah berlangsung lama dan memerlukan pemeriksaan medis.
5. Jempol kaki yang sakit, tetapi tidak semua masalah jempol kaki adalah asam urat
Jempol kaki yang tiba-tiba terasa nyeri dan bengkak sering dikaitkan dengan asam urat dan memang bisa menjadi petunjuk penting.
Namun, Dr. Taparia memperingatkan agar tidak menganggap gejala ini sebagai bukti kadar asam urat tinggi. “Tanda-tanda ini saja bukanlah bukti kadar asam urat tinggi. Tes darah dan periksa ke dokter sangat diperlukan,” bebernya.
Menurut Dr. Taparia, kadar asam urat tinggi dikaitkan dengan kondisi metabolik seperti resistensi insulin, obesitas, trigliserida tinggi, dan perlemakan hati. Namun, itu tidak berarti asam urat itu sendiri merupakan penyebab langsung kesulitan mengurangi lemak perut.
Maka dari itu, untuk mencegahnya, lakukanlah perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi risiko peningkatan asam urat dan serangan asam urat.
“Untuk pencegahan, fokuslah pada berat badan yang sehat, hidrasi yang baik, aktivitas fisik teratur, dan diet seimbang,” saran Dr. Taparia.













