Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun yang perlu diperhatikan.
“Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi kita dari virus dan bakteri malah menyerang sel tubuh sendiri,” dikutip dari kanal YouTube Ini Kata Dokter, Selasa (08/9/2026).
Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan yang menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, sendi, tiroid, usus hingga organ dalam lainnya.
Sampai saat ini, penyebab pasti autoimun belum diketahui, tetapi faktor genetik, hormon, infeksi, stres, dan lingkungan diduga berperan.
Penyakit autoimun juga lebih sering ditemukan pada perempuan, dengan sekitar 80 persen penderitanya merupakan perempuan.
Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah hormon estrogen yang dapat meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga respons imun perempuan cenderung lebih aktif.
Selain hormon, faktor genetik juga diduga berperan karena perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom X.
Beberapa gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh berada pada kromosom X sehingga respons imun perempuan dapat menjadi lebih kuat.
Gejala autoimun berbeda pada setiap orang, tetapi keluhan yang umum meliputi mudah lelah, nyeri atau bengkak sendi, ruam kulit, rambut rontok, demam berulang, sariawan berulang, serta perubahan berat badan tanpa sebab jelas.
Beberapa penyakit autoimun yang dikenal antara lain lupus, rheumatoid arthritis, Hashimoto tiroiditis, dan psoriasis.
Meski umumnya tidak dapat disembuhkan secara total, gejala penyakit autoimun dapat dikontrol melalui pengobatan dan pola hidup yang baik.
Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, pemeriksaan ke dokter penting dilakukan jika keluhan terus muncul atau menetap.