JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran kemungkinan besar berada di balik serangan yang menghentikan operasional salah satu pipa minyak penting di Arab Saudi.
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah drone menyerang Pipa East-West pada Kamis waktu setempat. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut drone tersebut datang dari wilayah Irak.
Serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban luka dan kerusakan pada fasilitas energi. Karena itu, Kementerian Energi Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara operasional pipa sebagai langkah pencegahan.
Pipa East-West merupakan salah satu infrastruktur penting bagi distribusi minyak Saudi. Penutupan jalur tersebut memicu perhatian pasar energi global.
Sementara itu, pasar energi masih menghadapi tekanan akibat konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah. Gangguan terhadap jalur pelayaran internasional juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan menguasai sebuah pulau strategis dan pelabuhan penting di Laut Merah. Situasi tersebut semakin meningkatkan ketegangan regional.
Trump menyampaikan pandangannya saat menjawab pertanyaan wartawan dalam kunjungan resminya ke Irlandia pada Sabtu (12/9). Menurutnya, Iran menjadi pihak yang paling mungkin bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti publik yang secara langsung mengaitkan Teheran dengan insiden tersebut. Otoritas terkait masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, perkembangan kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian utama pelaku pasar. Sebab, setiap gangguan terhadap infrastruktur energi Saudi dapat memengaruhi pasokan minyak global.













