JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut kondisi tersebut merupakan efek optik atmosfer.
BMKG Sumatera Utara menjelaskan warna merah bukan berarti Matahari benar-benar berubah warna. Fenomena itu terjadi karena cahaya Matahari mengalami hamburan dan penyaringan saat melewati atmosfer.
“Fenomena Matahari tampak merah yang terlihat masyarakat Medan kemarin pada dasarnya merupakan efek optik atmosfer,” tulis BMKG Sumatera Utara dalam keterangannya pada Senin (7/9/2026).
Menurut BMKG, partikel di atmosfer seperti aerosol, debu, dan asap dapat memengaruhi perjalanan cahaya Matahari. Partikel tersebut membuat cahaya biru lebih banyak dihamburkan sehingga cahaya yang sampai ke mata lebih didominasi warna merah atau jingga.
Efek tersebut biasanya semakin terlihat ketika posisi Matahari masih rendah, terutama pada pagi atau sore hari. Kondisi atmosfer di sekitar Medan saat itu diduga turut memperkuat tampilan kemerahan Matahari.
BMKG mencatat kondisi haze atau udara kabur terjadi di Kota Medan dan sekitarnya pada sore hingga malam hari. Keberadaan aerosol di atmosfer menjadi salah satu faktor yang diduga berperan dalam fenomena tersebut.
Pengamatan Automatic Solar Radiation Station atau ASRS pada 6 September juga mencatat intensitas radiasi Matahari atau Global Horizontal Irradiance mencapai 1.099,7 watt per meter persegi pada pukul 11.49 WIB.
Pada waktu yang sama, suhu udara tercatat 32,2 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 71%. BMKG menyebut kondisi tersebut menunjukkan udara yang panas dan cukup lembap, bukan udara yang kering.
Kelembapan berarti terdapat cukup banyak uap air di atmosfer. Ketika bercampur dengan partikel atau aerosol, kondisi tersebut dapat memengaruhi cara cahaya Matahari dihamburkan sebelum mencapai permukaan.
BMKG menjelaskan Global Horizontal Irradiance merupakan ukuran radiasi Matahari yang memperhitungkan seluruh radiasi yang sampai ke sensor. Fenomena Matahari tampak merah tersebut dinilai tidak perlu membuat masyarakat panik.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi udara apabila langit tampak berkabut atau berasap dan jarak pandang menurun. Informasi mengenai kualitas udara dan kondisi atmosfer juga disarankan mengacu pada keterangan resmi BMKG serta instansi terkait.













