• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Picu Megathrust?

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
in Nasional
0
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pakar menjelaskan apakah aktivitas vulkanik dapat memicu gempa megathrust Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pakar menjelaskan apakah aktivitas vulkanik dapat memicu gempa megathrust Selat Sunda.

JAKARTA, Cobisnis.com – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami aktivitas erupsi di Selat Sunda yang sempat memunculkan kekhawatiran mengenai potensi gempa megathrust di wilayah tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung sekitar 25 jam.

Aktivitas kemudian kembali berupa erupsi strombolian yang menjadi karakteristik Gunung Anak Krakatau saat ini, dengan pemantauan visual dan instrumental tetap dilakukan secara intensif.

Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menjelaskan bahwa gempa tektonik dipicu pergeseran atau patahan batuan akibat pergerakan lempeng, sedangkan gempa vulkanik berkaitan dengan pergerakan magma atau pelepasan gas di dalam tubuh gunung api.

“Mengenai hubungan keduanya, gempa vulkanik pada dasarnya tidak memiliki energi yang cukup besar untuk memicu terjadinya gempa tektonik karena cakupan tekanannya hanya bersifat lokal,” katanya, dikutip dari berbagai sumber, Senin (07/09/2026).

Menurut Daryono, hubungan keduanya justru lebih memungkinkan berlangsung dari gempa tektonik menuju aktivitas vulkanik ketika gunung api berada dalam kondisi aktif dan kantong magmanya terisi penuh.

“Sebaliknya, gempa tektonik berskala besar sangat memungkinkan untuk memicu erupsi gunung api. Dengan syarat utama gunung tersebut memang sudah berada dalam status aktif dan kantong magmanya terisi penuh, sehingga guncangan yang terjadi dapat membongkar sumbatan magma atau memicu pelepasan gas,” tambah Daryono.

Gunung Anak Krakatau sendiri berada di Selat Sunda, kawasan yang berdekatan dengan zona pertransisian antara Subduksi Sumatra dan Megathrust Jawa.

“Posisi Gunung Anak Krakatau memang berada di dalam zona rentan yang terpengaruh oleh tatanan tektonik regional tersebut. Oleh karena itu, jika terjadi guncangan hebat dari gempa tektonik di zona megathrust Selat Sunda, peristiwa tersebut berpotensi menjadi pemicu bergeraknya magma dan mempercepat erupsi Gunung Anak Krakatau apabila gunung tersebut sedang aktif,” papar Daryono.

Namun, kondisi tersebut tidak berlaku sebaliknya karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau tidak memiliki kemampuan untuk memicu gempa tektonik utama di zona megathrust.

“Namun, hubungan pemicu ini bekerja satu arah. Sehingga, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak akan mampu memicu runtuhnya atau terjadinya gempa tektonik utama di Zona Megathrust Selat Sunda,” tegas Daryono.

Berdasarkan pemantauan PVMBG pada 6-7 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam setinggi maksimum 300 meter di atas puncak.

Secara instrumental tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa frekuensi rendah, 98 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta aktivitas kegempaan vulkanik lainnya.

Energi aktivitas vulkanik berdasarkan nilai RSAM sempat meningkat pada 5 September 2026 sebelum kembali menurun pada 6 September 2026, sementara data deformasi belum menunjukkan perubahan signifikan yang mengindikasikan peningkatan tekanan secara cepat.

“Berakhirnya erupsi menerus dan kembalinya pola erupsi strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai berakhirnya satu episode erupsi menerus. Namun, dinamika aktivitas vulkanik masih tinggi dan kemungkinan terjadinya erupsi kembali dalam waktu dekat masih tetap ada,” tegas PVMBG.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, awan panas, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

“Masyarakat, wisatawan, dan pelaku pelayaran tidak diperbolehkan memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.”

PVMBG juga mengimbau masyarakat pesisir Banten dan Lampung tetap tenang karena aktivitas erupsi saat ini tidak memicu tsunami.

Daryono turut menjelaskan bahwa erupsi beberapa gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak berarti memiliki hubungan langsung satu sama lain.

“Hal ini dikarenakan Indonesia berada di kawasan system subduksi lempeng yang aktif dengan puluhan gunung api aktif yang berada dalam status Siaga atau Waspada,” jelasnya.

“Ketika beberapa gunung api kebetulan telah mencapai ambang batas kejenuhan gas dan magma pada periode waktu yang hampir bersamaan, mereka akan erupsi masing-masing tanpa perlu saling picu secara langsung,” tambahnya.

Secara geologi, setiap gunung api memiliki kantong magma, jalur conduit, serta sistem tekanan yang berbeda dan terpisah di dalam kerak bumi.

“Peningkatan aktivitas yang terjadi dalam waktu bersamaan merupakan kebetulan statistik dari dinamika lokal di setiap gunung api. Seperti akumulasi tekanan gas internal atau kristalisasi magma di sistem masing-masing, sehingga peristiwa erupsi di satu gunung tidak mengalirkan tekanan atau menyulut letusan di gunung api lainnya,” ucap Daryono.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comDaryonoErupsi Anak Krakataugempa tektonikGunung Anak Krakataugunung apiHeadlinemegathrust Selat SundaPVMBGSiagatsunami

Related Posts

Serangan Houthi Picu Gangguan Penerbangan, 4.000 Jemaah Umrah Tertahan

Serangan Houthi Picu Gangguan Penerbangan, 4.000 Jemaah Umrah Tertahan

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sekitar 4.000 jemaah umrah dilaporkan belum dapat melanjutkan perjalanan pulang akibat gangguan penerbangan di Arab Saudi. Situasi...

BI Ungkap Efek MSCI, Dana Asing Keluar dari Pasar Saham dan SBN

BI Ungkap Efek MSCI, Dana Asing Keluar dari Pasar Saham dan SBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International...

Usai Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, 3 Diaspora Belum Tampil di Klub

Usai Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, 3 Diaspora Belum Tampil di Klub

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah pemain Timnas Indonesia belum kembali merasakan menit bermain bersama klub masing-masing setelah membawa skuad Garuda menjuarai...

Tembus Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Siap Hadapi Wakil China

Tembus Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Siap Hadapi Wakil China

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil melaju ke perempatfinal French Open 2026. Meski pernah mengalahkan Hu...

Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah, Petugas dan Relawan Capai 6 Orang

Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah, Petugas dan Relawan Capai 6 Orang

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Jumlah korban meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KMP Batumandi terbakar di Selat Sunda saat membawa 420 penumpang dan 89 kendaraan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Maruly Hendra Utama: Respons ASDP Tangani Kebakaran KMP Batumandi Diapresiasi

October 23, 2026
UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

October 23, 2026
Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

October 23, 2026
Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

October 23, 2026
Serangan Houthi Picu Gangguan Penerbangan, 4.000 Jemaah Umrah Tertahan

Serangan Houthi Picu Gangguan Penerbangan, 4.000 Jemaah Umrah Tertahan

October 24, 2026
BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

October 23, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

BSI dan Prudential Syariah Perkuat Sinergi Bancassurance

October 23, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

October 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved