• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, November 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Erupsi Anak Krakatau, Bandar Lampung Diguyur Hujan Abu

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 5, 2026
in News
0
Abu Vulkanik

Ilustrasi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.

JAKARTA, Cobisnis.com –  Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak dini hari hingga siang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik berpeluang terbawa angin menuju arah barat. Sejumlah daerah di Provinsi Lampung yang berada di sebelah barat gunung mulai merasakan dampaknya.

Salah satu wilayah yang terkena hujan abu adalah Bandar Lampung. Pada Sabtu malam, warga di sejumlah kawasan melaporkan adanya debu vulkanik yang masuk ke lingkungan permukiman.

Dinda, warga Sukarame, Bandar Lampung, menyebut abu mulai dirasakan setelah magrib. Selain menempel pada tubuh ketika berada di luar, debu tersebut juga ditemukan hingga ke dalam rumah.

“Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” kata Dinda dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/26).

Kawasan Kemiling, Bandar Lampung, turut dilaporkan terdampak sebaran abu. Lokasi Bandar Lampung berjarak sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung Selatan.

Abu vulkanik juga dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Donny mengatakan debu mulai mencapai wilayah tempat tinggalnya yang berada di sekitar Bandara Lampung.

“Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung,” kata warga Natar, Lampung Selatan tersebut.

Sebaran abu tidak hanya terjadi di wilayah daratan Lampung. Pulau Sangiang yang berada di Selat Sunda juga dilaporkan terkena abu vulkanik.

Mutia, wisatawan asal Bogor yang sedang berada di Pulau Sangiang, mengatakan abu mulai muncul pada sore hingga malam hari setelah terjadi perubahan arah angin.

“Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan,” ujar Mutia kepada CNNIndonesia.com.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengingatkan warga agar menggunakan masker dan pelindung mata jika wilayah mereka mengalami hujan abu.

“Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata,” kata Suwarno, Sabtu siang.

Suwarno mengatakan pola penyebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin. Oleh sebab itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan kondisi serta informasi resmi dari petugas.

“Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas,” ujarnya.

Pemantauan pada Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara berkelanjutan.

Kondisi puncak gunung belum dapat diamati karena tertutup kabut. Sementara itu, aktivitas kegempaan tetap terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi mencapai 21.600 detik.

Suara gemuruh dan dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau juga masih terdengar. Intensitas suara tersebut berada pada tingkat lemah hingga sedang.

Suwarno meminta masyarakat tidak panik menyikapi aktivitas erupsi. Meski begitu, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih terjadi.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk menyaksikan erupsi secara langsung.

“Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegasnya.

Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, perlindungan diri perlu digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Tags: Abu Vulkanikcobisnis.comErupsi Anak KrakatauGunung Anak Krakataugunung apiLampungSiaga Selat Sunda

Related Posts

Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kemenhaj menyambut kebijakan Arab Saudi untuk menutup celah percaloan dalam pengadaan layanan haji dan memastikan pelayanan jemaah...

Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah kabar rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang belakangan ramai...

Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Dokter Mengatur Menu Harian

Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Dokter Mengatur Menu Harian

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tekanan ekonomi membuat sebagian masyarakat harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari....

Biaya Haji Singapura 2027 Turun Drastis, Ini Faktor Pendorongnya

Biaya Haji Singapura 2027 Turun Drastis, Ini Faktor Pendorongnya

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Biaya paket perjalanan ibadah haji 2027 bagi calon jemaah asal Singapura mengalami penurunan hingga hampir 30 persen...

Cristiano Ronaldo Akan Dapat Penghormatan Istimewa dari Portugal

Cristiano Ronaldo Akan Dapat Penghormatan Istimewa dari Portugal

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) tengah merancang acara penghormatan khusus untuk Cristiano Ronaldo setelah sang pemain mengakhiri...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

November 6, 2026
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

November 6, 2026
Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

November 6, 2026
Ashoka Indonesia Umumkan 12 Inisiatif Terbaik GBIC 2026

Transaksi PT KBI Tumbuh 2,6%, Ekosistem Resi Gudang Meluas

November 6, 2026
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

Demi Alexis Mac Allister, Real Madrid Harus Siapkan Rp1,4 Triliun

November 7, 2026
Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

November 7, 2026
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

Trump Hentikan Bantuan Militer Rp66 Triliun ke Israel, Netanyahu Merespons

November 7, 2026
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

November 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved