Dilansir dari laman resmi FIBA Asia pada Minggu (30/8/2026), Indonesia kesulitan mengembangkan permainan sejak awal pertandingan.
Skuad asuhan David Reynard Singleton tertinggal pada dua kuarter pertama. Indonesia mengakhiri kuarter pertama dengan skor 11-19 sebelum kembali tertinggal 13-21 pada kuarter kedua.
Merah Putih sempat bangkit pada kuarter ketiga. Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 19 poin, sedangkan Hong Kong hanya mengemas 10 poin.
Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan. Hong Kong kembali unggul pada kuarter keempat dengan skor 21-17 sekaligus memastikan kemenangan 71-60.
Anthony Beane Jadi Pencetak Angka Terbanyak
Di kubu Indonesia, guard naturalisasi Anthony Beane menjadi pencetak angka terbanyak dengan torehan 14 poin, sembilan rebound, dan empat assist.
Yudha Saputera turut menyumbangkan 12 poin, sedangkan Dame Diagne mencatatkan double-double melalui 11 poin dan 11 rebound.
Sementara itu, Hong Kong tampil solid berkat kontribusi Cham Yuen Tsang yang menjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin.
Glen Robertson Yang menambahkan 13 poin, sementara Oliver Xu mengemas 11 poin untuk membantu Hong Kong mengamankan kemenangan.
Salah satu persoalan utama Indonesia dalam pertandingan tersebut adalah rendahnya akurasi tembakan.
Indonesia hanya mencatatkan field goal sebesar 34,4 persen atau 22 dari 64 percobaan. Catatan tersebut berada di bawah Hong Kong yang memiliki akurasi 41,7 persen dari 25 percobaan sukses dalam 60 tembakan.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi tim kepelatihan Indonesia untuk memperbaiki performa dan efektivitas serangan pada pertandingan berikutnya di Prakualifikasi Piala Asia FIBA 2029.