JAKARTA, Cobisnis.com – Rumah dengan harga simbolis 1 euro atau sekitar Rp20 ribu kembali ditawarkan di Italia. Kali ini, program tersebut hadir di Naro, kota abad pertengahan di Sisilia, untuk menarik penghuni baru dan menghidupkan kembali kawasan yang mengalami penurunan populasi.
Pemerintah Kota Naro meluncurkan program Case a 1 Euro yang memungkinkan warga Italia maupun warga negara asing membeli sejumlah properti terbengkalai dengan harga 1 euro. Program ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi bangunan yang sudah tidak digunakan.
Namun, harga 1 euro bukan berarti pembeli bisa langsung menempati rumah tersebut. Properti yang masuk program umumnya membutuhkan renovasi sehingga biaya perbaikan menjadi tanggungan pembeli.
Selain biaya renovasi, calon pembeli juga harus menanggung sejumlah biaya lain. Di antaranya jasa notaris, biaya pendaftaran, serta pajak kadaster.
Pembeli juga wajib memenuhi persyaratan lokal dan mengikuti aturan terkait tata ruang serta keselamatan bangunan. Renovasi harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam program.
Calon pembeli dapat mengajukan permohonan melalui platform daring yang disediakan pemerintah Kota Naro. Pemilik properti yang ingin memasukkan bangunannya ke dalam program juga dapat mengajukannya melalui situs resmi pemerintah kota.
Naro berada di Provinsi Agrigento, Sisilia bagian barat daya. Kota tersebut berdiri di kawasan perbukitan dengan pemandangan menuju laut dan lanskap Sisilia di sekitarnya.
Pusat kota Naro memiliki sejumlah bangunan bersejarah bergaya abad pertengahan dan Baroque. Salah satu bangunan ikoniknya adalah Kastil Chiaramontano yang berada di titik tertinggi kota.
Melalui program rumah 1 euro, pemerintah Naro berharap properti kosong dapat kembali digunakan sekaligus mendorong revitalisasi kawasan bersejarah. Skema ini juga menjadi upaya menghadapi persoalan penurunan jumlah penduduk.
Program serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kota kecil Italia, termasuk Sambuca di Sicilia dan Salemi. Selain menarik penghuni baru, program tersebut diarahkan untuk mendorong investasi dan pemanfaatan kembali bangunan yang terbengkalai.
Dengan demikian, rumah seharga 1 euro memang terlihat sangat murah di awal. Namun, calon pembeli tetap perlu menyiapkan dana lebih besar untuk renovasi dan berbagai biaya terkait sebelum properti tersebut dapat digunakan sebagai tempat tinggal.












