JAKARTA, Cobisnis.com – Pengguna berusia 18 hingga 21 tahun telah mentransaksikan sekitar US$5,4 miliar di platform prediksi Kalshi sepanjang 2026. Kalshi memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak terkait berbagai peristiwa. Topiknya mencakup olahraga, pemilu, budaya, hingga cuaca.
Popularitas pasar prediksi meningkat tajam sepanjang tahun ini. Namun, pertumbuhan tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai akses pengguna muda.
Di Amerika Serikat, aturan perjudian berbeda berdasarkan negara bagian. Umumnya, kasino dan sportsbook menetapkan batas usia minimum 21 tahun.
Sementara itu, pasar prediksi seperti Kalshi beroperasi sebagai pasar keuangan yang berada di bawah regulasi federal. Karena itu, platform tersebut dapat diakses pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Kondisi tersebut memunculkan perdebatan mengenai celah regulasi. Sejumlah anggota parlemen, kelompok perlindungan konsumen, dan pakar kecanduan menyorot risikonya.
Mereka khawatir aktivitas tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan dan kesehatan mental pengguna muda. Selain itu, olahraga dan parlay menjadi bagian terbesar dari aktivitas perdagangan Kalshi. Kedua kategori tersebut menyumbang sekitar 80% dari total volume platform.
Pengguna berusia 18 hingga 21 tahun telah mentransaksikan sekitar US$3,9 miliar dalam kategori tersebut sepanjang 2026. Nilai itu diperkirakan masih akan meningkat seiring popularitas pasar prediksi. Fenomena ini menunjukkan semakin besarnya keterlibatan kelompok dewasa muda dalam perdagangan berbasis peristiwa.
Di sisi lain, perkembangan tersebut mendorong regulator dan pembuat kebijakan meninjau kembali batas antara pasar keuangan dan perjudian. Perdebatan itu menjadi semakin penting ketika platform prediksi terus menarik pengguna yang sebelumnya tidak dapat mengakses sebagian besar layanan perjudian konvensional.













