• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Banjir Bandang Nepal Terjadi Tanpa Hujan, Ini Penyebabnya

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
August 27, 2026
in Nasional
0
Banjir bandang di Nepal terjadi tanpa hujan deras. Ilmuwan menduga longsoran batu dan es di Himalaya menjadi pemicu utama bencana. (Foto: X/MarioNawfal)

Banjir bandang di Nepal terjadi tanpa hujan deras. Ilmuwan menduga longsoran batu dan es di Himalaya menjadi pemicu utama bencana. (Foto: X/MarioNawfal)

JAKARTA, Cobisnis.com – Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah Rasuwa, Nepal, pada Rabu (26/8) waktu setempat diduga bukan dipicu langsung oleh gempa bumi seperti dugaan awal.

Sejumlah ilmuwan justru menunjuk longsoran batu dan es atau rock-ice avalanche sebagai pemicu utama bencana tersebut.

Analisis awal yang dikutip dari ChosunBiz menunjukkan material berupa batuan dan es runtuh dari lereng Pegunungan Himalaya, kemudian masuk ke aliran sungai dan memicu gelombang air, lumpur, serta material longsoran dalam jumlah besar.

Penilaian awal International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) juga menduga longsoran batu-es membendung Sungai Lhende dan kemudian memicu rangkaian banjir di wilayah hilir.

Kebingungan mengenai penyebab bencana bermula ketika sistem pemantauan seismik mendeteksi getaran sekitar pukul 08.37 waktu setempat.

US Geological Survey (USGS) awalnya mengidentifikasi sinyal tersebut sebagai gempa bermagnitudo 4,4, tetapi setelah melakukan analisis tambahan terhadap gelombang seismik, informasi itu dikoreksi.

Sinyal energi tersebut ternyata berasal dari longsoran, bukan gempa bumi.

Artinya, pergerakan batuan dan es dalam jumlah besar menghasilkan getaran yang terekam seperti aktivitas gempa.

Batu dan Es Runtuh Bersamaan

Dalam fenomena rock-ice avalanche, material batuan dan es dari wilayah pegunungan tinggi runtuh secara bersamaan.

Ketika massa besar tersebut meluncur ke bawah, material dapat berubah menjadi aliran yang lebih cair saat bercampur dengan air, es yang mencair, sedimen, dan material sungai.

Dalam kasus Nepal, para ilmuwan menduga longsoran tersebut masuk ke sistem Sungai Lhende dan menghasilkan rangkaian proses yang memperbesar volume serta daya rusak banjir.

Penilaian awal NDRRMA Nepal berdasarkan citra satelit menunjukkan salju dan batu runtuh sekitar 20 kilometer dari pos perbatasan Rasuwagadhi.

Material tersebut kemudian masuk ke Sungai Rende dan mengalir menuju Sungai Trishuli.

Bahaya semakin besar karena longsoran dapat membawa batu dan es dalam jumlah besar ke sungai sehingga aliran air terdorong, terbendung sementara, atau bercampur dengan material longsoran.

Jika bendungan alami itu kemudian jebol atau material terus bergerak ke hilir, gelombang air dan lumpur dengan daya rusak besar dapat terbentuk.

Ahli hidrologi Hatim Sharif dari University of Texas San Antonio mengatakan tidak adanya hujan sebelum kejadian menjadi salah satu hal yang mencolok.

“Hal itu pada dasarnya menggagalkan hampir semua sistem peringatan banjir operasional di dunia,” sebutnya seperti dikutip dari ChosunBiz.

Ia menggambarkan campuran air dan lumpur yang bergerak cepat seperti “beton cair”, sehingga sangat sulit dihindari ketika sudah terlihat dari jarak dekat.

Para ilmuwan masih belum menutup kemungkinan bahwa danau gletser turut berperan dalam memperbesar banjir.

Profesor geologi Tribhuvan University, Ranjan Kumar Dahal, mengatakan belum dapat dipastikan danau mana yang mungkin terlibat.

Menurutnya, banjir sebesar itu dapat melibatkan kombinasi longsoran salju besar dan glacial lake outburst flood (GLOF).

Dengan demikian, rantai penyebab bencana masih terus diteliti, tetapi analisis awal semakin menguatkan bahwa banjir tersebut bukan sekadar akibat hujan deras.

Pegunungan Himalaya Semakin Hangat

Fenomena rock-ice avalanche menjadi perhatian ilmuwan karena kawasan pegunungan tinggi semakin dipengaruhi perubahan kondisi iklim.

Penelitian di Communications Earth & Environment mengenai longsoran batu-es di Nepal menunjukkan bahwa suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan pencairan salju dan menghasilkan air yang melumasi material longsoran sehingga berpotensi meningkatkan mobilitasnya.

Namun, perubahan iklim belum dapat disebut sebagai penyebab langsung banjir Nepal 2026 karena penyebab spesifik kejadian masih dalam investigasi.

Bencana ini menunjukkan bagaimana satu kejadian di pegunungan dapat berkembang menjadi rangkaian bencana, mulai dari runtuhan batu dan es, gangguan aliran sungai, hingga banjir dan aliran lumpur yang bergerak cepat ke wilayah hilir.

Karena itu, pemantauan bahaya di Himalaya tidak cukup hanya mengandalkan sistem peringatan gempa atau hujan.

Longsoran, gletser, dan danau gletser juga perlu dipantau sebagai bagian dari sistem peringatan multi-bencana.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: banjir bandang Nepalbanjir Nepalbanjir tanpa hujanGLOFHeadlineHimalayalongsoran batu dan esRasuwarock-ice avalancheSungai Lhende

Related Posts

Rizky Ridho

PSSI Bantah Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia

by Desti Dwi Natasya
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PSSI menepis kabar Rizky Ridho tidak dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Sekretaris Jenderal...

Yamaha memastikan Jack Miller akan berpisah pada akhir MotoGP 2026. Rider Australia itu membuka peluang pindah ke WSBK musim 2027.

Yamaha dan Jack Miller Berpisah Akhir Musim 2026

by Desti Dwi Natasya
August 27, 2026
0

JAKARTA, cobisnis.com - Yamaha dan Jack Miller dipastikan mengakhiri kerja sama pada penghujung MotoGP 2026. Perpisahan tersebut membuat masa depan...

Alternative for Germany

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman

by Desti Dwi Natasya
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) mengusulkan larangan penggunaan jilbab bagi perempuan berusia di bawah 14...

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga daging ayam ras di sejumlah daerah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram. Menteri Perdagangan...

Mattéo Guendouzi menjadi sorotan dalam laga Lyon vs Fenerbahce setelah melakukan sejumlah gestur provokatif yang berujung keributan di stadion.

Guendouzi Bikin Panas Lyon Vs Fenerbahce

by Desti Dwi Natasya
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Laga Lyon vs Fenerbahce dalam playoff Liga Champions 2026/2027 berlangsung panas setelah gelandang Fenerbahce Mattéo Guendouzi melakukan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

August 25, 2026
Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia 29 Wilayah Catat Udara Tak Sehat

Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia 29 Wilayah Catat Udara Tak Sehat

August 25, 2026
Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

Trump Dorong Biaya Visa H-1B Jadi Rp1,8 Miliar untuk Pekerja Asing

August 25, 2026
Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

August 25, 2026
Banjir bandang di Nepal terjadi tanpa hujan deras. Ilmuwan menduga longsoran batu dan es di Himalaya menjadi pemicu utama bencana. (Foto: X/MarioNawfal)

Banjir Bandang Nepal Terjadi Tanpa Hujan, Ini Penyebabnya

August 27, 2026
Rizky Ridho

PSSI Bantah Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia

August 27, 2026
Prabowo Tegaskan Menteri Tak Sanggup Kerja, Silakan Mundur

Prabowo Tegaskan Menteri Tak Sanggup Kerja, Silakan Mundur

August 27, 2026
TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga Rp1,3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa NTT, mencakup logistik, kesehatan, dapur umum, dan air bersih.

TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

August 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved