JAKARTA, Cobisnis.com – Warna pakaian sering dianggap bisa menggambarkan suasana hati atau karakter seseorang. Salah satu yang paling sering mendapat anggapan tersebut adalah pakaian berwarna hitam.
Orang yang sering mengenakan pakaian hitam terkadang dianggap serius, tertutup, atau sedang tidak bahagia. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari perspektif psikologi warna.
Pakar psikologi warna dan penulis Bernard Charles mengatakan hitam menjadi salah satu warna yang sering disalahpahami ketika dikaitkan dengan emosi. Menurutnya, banyak orang memilih warna hitam karena merasa lebih kuat, berkelas, terlindungi, fokus, atau elegan.
“Sementara sebagian orang mengaitkannya dengan kesedihan, banyak yang memilih memakai warna hitam karena membuat mereka merasa kuat, berkelas, terlindungi, fokus, atau elegan,” kata Charles, dikutip dari beberapa sumber, Rabu (19/8/2026).
Dalam psikologi warna, hitam juga kerap dikaitkan dengan kekuatan, misteri, otoritas, dan batas pribadi. Maknanya dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi pengalaman, preferensi, serta situasi ketika warna tersebut digunakan.
Karena itu, pilihan mengenakan pakaian hitam tidak bisa menjadi patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang bahagia atau tidak. Orang yang memakai baju hitam setiap hari juga belum tentu sedang menyembunyikan perasaan atau mengalami suasana hati yang buruk.
Kebiasaan tersebut juga bisa berkaitan dengan kepercayaan diri. Konsep enclothed cognition menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakan seseorang dapat memengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilakunya dalam situasi tertentu.
Seseorang bisa memilih blazer hitam ketika ingin terlihat profesional. Ada pula yang menggunakan pakaian hitam karena merasa lebih rapi, nyaman, percaya diri, dan sesuai dengan identitas yang ingin ditampilkan.
Warna hitam juga relatif mudah dipadukan dengan berbagai warna dan cocok digunakan dalam banyak situasi. Mulai dari pakaian kasual hingga busana formal, hitam menjadi pilihan praktis bagi banyak orang.
Pakar psikologi warna Michelle Lewis mengatakan alasan seseorang memilih warna tertentu justru lebih penting untuk diperhatikan daripada warna itu sendiri. Dua orang yang sama-sama sering mengenakan pakaian hitam bisa memiliki alasan yang berbeda.
“Bagi sebagian orang, ini tentang efisiensi dan penguasaan diri. Bagi yang lain, ini tentang ketidakterlihatan,” kata Lewis.
Hingga kini, tidak ada dasar ilmiah yang dapat digunakan untuk menyimpulkan kepribadian atau tingkat kebahagiaan seseorang hanya berdasarkan warna pakaian. Karena itu, kebiasaan memakai warna hitam sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar untuk menilai kondisi emosional seseorang.













