JAKARTA, Cobisnis.com – Nvidia menggandeng sejumlah investor besar Wall Street untuk memperluas pembiayaan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Kesepakatan awal tersebut menargetkan pembiayaan lebih dari US$500 miliar. Dana itu akan membantu pelanggan Nvidia membangun infrastruktur AI.
Nvidia mengumumkan kesepakatan tersebut pada Senin. Perusahaan chip asal Amerika Serikat itu menggandeng sejumlah institusi keuangan besar. Mereka antara lain Apollo, BlackRock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, dan KKR.
Melalui kerja sama tersebut, para pelanggan Nvidia dapat memperoleh akses pembiayaan dalam jumlah besar. Mereka dapat menggunakan dana itu untuk mengembangkan fasilitas komputasi AI.
CEO Nvidia Jensen Huang menyebut perkembangan komputasi AI mulai membentuk kelas aset investasi baru. Menurut Huang, perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung model AI kini berkembang menjadi apa yang ia sebut sebagai “pabrik AI”.
Sebelumnya, perusahaan biasanya membeli chip dan membangun pusat data melalui proyek terpisah. Namun, Huang melihat perubahan dalam pola investasi tersebut. Infrastruktur AI kini mulai dipandang sebagai aset produktif yang dapat memperoleh pembiayaan.
Karena itu, Nvidia ingin mendorong model pembiayaan yang lebih mirip dengan pembangunan infrastruktur produktif. Langkah ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan modal untuk membangun ekosistem AI. Selain itu, keterlibatan investor besar Wall Street memperkuat posisi infrastruktur AI sebagai sektor investasi jangka panjang.













