JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 2,21 juta anak usia sekolah dan remaja di Indonesia terdeteksi mengalami tekanan darah di atas batas normal. Data tersebut diperoleh dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung hingga 31 Juli 2026.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengatakan tingginya angka tekanan darah pada anak dipengaruhi pola makan yang kurang sehat. Konsumsi makanan dan minuman manis serta makanan tinggi garam masih cukup tinggi, sementara asupan sayur dan buah masih rendah.
Selain pola makan, rendahnya aktivitas fisik juga dinilai menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus tekanan darah tinggi pada anak dan remaja. Karena itu, Kemenkes mendorong masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sekitar separuh anak Indonesia masih gemar mengonsumsi makanan atau minuman manis. Sekitar 40 persen anak juga menyukai makanan asin, sedangkan sekitar 95 persen belum memenuhi kebutuhan konsumsi sayur setiap hari.
Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 14,64 juta anak usia sekolah dan remaja telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis. Dari jumlah tersebut, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang sebanyak 3,86 juta kasus. Tekanan darah tinggi berada di urutan kedua dengan 2,21 juta kasus, disusul gizi kurang sebanyak 441 ribu kasus, gangguan penglihatan 243 ribu kasus, dan anemia sekitar 166 ribu kasus.
Secara keseluruhan, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 73,8 juta peserta dari berbagai kelompok usia sejak Januari hingga 31 Juli 2026. Program tersebut juga menemukan sejumlah masalah kesehatan lain, mulai dari gizi kurang pada balita, risiko penyakit bawaan pada bayi baru lahir, hingga kurangnya aktivitas fisik, obesitas sentral, prehipertensi, dan pradiabetes pada kelompok dewasa serta lanjut usia.













