JAKARTA, Cobisnis.com – Krisis migrasi di wilayah Ceuta memicu dampak politik yang semakin luas di Spanyol. Salah satu partai koalisi pemerintah, Sumar, meminta otoritas olahraga meninjau kembali penyelenggaraan Piala Dunia 2030 yang akan digelar bersama Maroko dan Portugal.
Desakan tersebut muncul setelah puluhan ribu migran menyeberangi perbatasan dari Maroko menuju Ceuta dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa itu menjadi salah satu krisis migrasi terbesar yang pernah terjadi di wilayah kantong Spanyol tersebut.
Pemerintah Spanyol menyebut sekitar 72.000 orang sempat melintasi perbatasan. Sebagian besar telah dipulangkan oleh otoritas Maroko, namun sekitar 2.000 orang, termasuk sekitar 1.000 anak di bawah umur, masih berada di Ceuta.
Krisis tersebut juga menelan korban jiwa. Laporan setempat menyebut lebih dari 80 orang meninggal dunia saat mencoba mencapai wilayah Spanyol melalui jalur laut maupun pagar perbatasan.
Partai Sumar menilai penyelenggaraan Piala Dunia bersama Maroko perlu dikaji ulang dari perspektif hak asasi manusia. Mereka menilai isu kemanusiaan harus menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional.
Anggota parlemen Sumar, Nahuel González, menuduh pemerintah Maroko menggunakan arus migrasi sebagai alat tekanan politik. Pernyataan itu menjadi salah satu alasan utama munculnya usulan evaluasi terhadap status tuan rumah bersama.
Meski hanya memiliki 26 kursi di parlemen, Sumar merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sánchez. Karena itu, usulan tersebut tetap mendapat perhatian publik dan menjadi bagian dari perdebatan politik di Spanyol.
Tekanan serupa juga mulai muncul dari Portugal. Partai Livre mengirim surat kepada Perdana Menteri Luís Montenegro dan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal agar meninjau kembali proyek penyelenggaraan Piala Dunia 2030.
Hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIFA maupun pemerintah ketiga negara tuan rumah. Persiapan Piala Dunia 2030 masih berjalan sesuai rencana yang telah disepakati sebelumnya.
Piala Dunia 2030 dijadwalkan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Selain itu, Argentina, Uruguay, dan Paraguay juga akan menjadi tuan rumah untuk masing masing satu pertandingan sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia.












