JAKARTA, Cobisnis.com – Iran mengeluarkan peringatan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak terlibat dalam kerja sama militer yang mendukung kepentingan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Peringatan tersebut disampaikan Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, pada Minggu (2/8/2026).
Abdollahi menyatakan negara-negara yang berperan sebagai pendukung atau “perisai pertahanan” bagi kepentingan militer Amerika Serikat berpotensi ikut terdampak apabila konflik di kawasan berkembang menjadi lebih luas.
Menurutnya, langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran telah meningkatkan risiko terjadinya konflik berskala regional. Ia juga menilai Washington memanfaatkan sumber daya, infrastruktur, dan posisi strategis sejumlah negara Timur Tengah untuk menunjang kepentingan militernya.
Karena itu, Abdollahi mengimbau negara-negara di kawasan agar mempertimbangkan kembali kerja sama maupun aliansi strategis yang dijalin dengan Amerika Serikat.
Ia menilai dukungan terhadap operasi militer Washington hanya akan memperbesar ancaman terhadap stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Abdollahi juga menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk mengevaluasi bentuk kerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai dapat dimanfaatkan demi kepentingan militer kedua negara tersebut.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari sikap resmi Teheran di tengah memanasnya dinamika geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.













