JAKARTA, Cobisnis.com – Nilai tukar yen Jepang menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Penguatan tersebut menjadi yang terbesar secara harian sejak 2022 dan langsung menarik perhatian pelaku pasar global.
Sejumlah analis menilai lonjakan yen diduga dipicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. Langkah itu diyakini dilakukan untuk menopang mata uang yang sebelumnya sempat menyentuh level terlemah dalam hampir empat dekade.
Berdasarkan data perdagangan, dolar AS sempat melemah sekitar 3 persen ke level 158,34 yen. Posisi tersebut jauh lebih rendah dibanding level hampir 164 yen yang sempat tercatat pada awal pekan.
Meski begitu, Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan konfirmasi mengenai dugaan intervensi tersebut. Namun volume transaksi yang melonjak tajam membuat spekulasi di pasar semakin menguat.
Kepala Strategis Valas Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, Daisaku Ueno, menilai pergerakan sebesar itu sulit terjadi secara alami tanpa adanya campur tangan pemerintah. Menurutnya, waktu terjadinya lonjakan juga memicu berbagai dugaan di kalangan investor.
Momentum penguatan yen muncul setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Di saat yang sama, Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga sehingga perhatian pasar tertuju pada arah kebijakan moneter Jepang.
Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah Jepang telah berulang kali memberi sinyal siap mengambil langkah untuk menahan pelemahan yen. Nilai tukar yang lemah dinilai meningkatkan biaya impor, terutama untuk energi, sehingga membebani masyarakat dan dunia usaha.
Pelemahan yen juga dipengaruhi oleh suku bunga Jepang yang masih rendah. Selain itu, pasar menilai pemerintah ingin menjaga biaya pinjaman tetap murah guna mendukung belanja negara dan pertumbuhan ekonomi.
Penguatan yen kali ini menjadi sinyal penting bagi pasar keuangan global. Investor kini menunggu kepastian apakah pemerintah Jepang benar melakukan intervensi dan bagaimana arah kebijakan Bank of Japan dalam beberapa waktu ke depan.













