JAKARTA, Cobisnis.com – Industri busana India mencatat perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan busana pengantin mewah menjadi salah satu faktor yang mendorong desainer lokal meraih pengakuan di panggung mode internasional.
Selama puluhan tahun, India dikenal sebagai pusat produksi bordir dan garmen bagi berbagai merek fesyen mewah dunia. Banyak rumah produksi di negara itu membuat koleksi siap pakai hingga busana haute couture untuk jenama global.
Namun, kondisi tersebut kini berubah. Desainer India mulai tampil dengan identitas mereka sendiri di berbagai ajang mode bergengsi.
Rahul Mishra kini rutin menampilkan koleksinya di Paris Haute Couture Week. Sementara itu, Manish Malhotra menjalani debutnya di ajang yang sama pada awal bulan ini.
Selain itu, pemimpin redaksi Vogue, Anna Wintour, hadir di barisan depan saat peragaan busana Manish Malhotra. Kehadirannya dinilai menjadi sinyal meningkatnya perhatian dunia terhadap karya desainer India.
Di sisi lain, karya Gaurav Gupta kerap dikenakan para selebritas di karpet merah Grammy Awards dan Festival Film Cannes. Popularitas tersebut memperkuat posisi desainer India di industri mode premium.
Sementara itu, Sabyasachi tetap menjadi pilihan utama busana pengantin di India. Desainer tersebut dijadwalkan tampil di New York Fashion Week pada September mendatang.
Selain menggelar peragaan busana, Sabyasachi juga memiliki toko utama di New York. Langkah itu menunjukkan bahwa merek fesyen asal India semakin percaya diri memperluas pasar internasional.
Karena itu, pertumbuhan pasar busana pengantin mewah tidak hanya menggerakkan industri domestik. Tren tersebut juga membuka jalan bagi desainer India untuk bersaing di panggung mode global.













