• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 31, 2026
in Lifestyle
0
Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

JAKARTA, Cobisnis.com – Reog selama ini lebih dikenal sebagai ikon budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Namun, Kabupaten Blitar juga memiliki kesenian tradisional bernama Reog Bulkiyo yang mempunyai sejarah, bentuk pertunjukan, dan filosofi yang berbeda.

Reog Bulkiyo merupakan warisan budaya masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang hingga kini masih terus dijaga keberadaannya. Walaupun sama-sama menggunakan nama Reog, kesenian ini memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari kostum, gerakan tari, hingga musik pengiringnya.

Berdasarkan hasil penelitian Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Reog Bulkiyo tumbuh dari perjalanan sejarah masyarakat Blitar dan berkembang sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki identitas berbeda dibandingkan Reog Ponorogo.

Dalam pementasannya, Reog Bulkiyo tidak menggunakan dadak merak maupun kepala harimau yang identik dengan Reog Ponorogo. Sebagai gantinya, pertunjukan lebih menonjolkan gerakan bertema peperangan yang dipadukan dengan alunan musik tradisional.

Sejarah Reog Bulkiyo

Menurut kajian ISI Surakarta, Reog Bulkiyo diperkirakan mulai berkembang pada masa Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830. Kesenian ini diyakini dibawa dan dikembangkan oleh para prajurit Pangeran Diponegoro yang menetap di Desa Kemloko setelah menghindari kejaran pasukan Belanda.

Pada awal kemunculannya, Reog Bulkiyo bukan sekadar hiburan masyarakat. Pertunjukan ini juga dimanfaatkan sebagai media latihan fisik dan strategi perang bagi para prajurit yang tengah mempersiapkan perjuangan berikutnya.

Seiring perkembangan zaman, fungsi Reog Bulkiyo berubah menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Blitar. Kini, kesenian tersebut kerap dipentaskan dalam upacara adat, perayaan hari besar, hingga berbagai festival budaya.

Perbedaan Reog Bulkiyo dengan Reog Ponorogo

Meski sama-sama menyandang nama Reog, keduanya memiliki sejarah, bentuk pertunjukan, serta makna yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

1. Asal Daerah

Reog Bulkiyo berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sementara itu, Reog Ponorogo berasal dari Kabupaten Ponorogo yang telah lama dikenal sebagai pusat perkembangan kesenian tersebut.

2. Latar Belakang Cerita

Reog Bulkiyo mengangkat kisah perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan kolonial Belanda. Sebaliknya, Reog Ponorogo mengisahkan legenda Ki Ageng Kutu, Klono Sewandono, Singo Barong, dan Dewi Songgolangit.

3. Penggunaan Dadak Merak

Reog Bulkiyo tidak menampilkan dadak merak maupun barongan sebagai bagian dari pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang menjadikan Singo Barong berhias dadak merak sebagai ikon utama.

4. Kostum Penari

Penari Reog Bulkiyo mengenakan pakaian yang menggambarkan prajurit perang sesuai tema pertunjukan. Adapun Reog Ponorogo menampilkan tokoh-tokoh seperti Warok, Jathil, Klono Sewandono, Bujang Ganong, dan Singo Barong.

5. Iringan Musik

Perbedaan juga terlihat pada alat musik pengiring. Reog Bulkiyo menggunakan kecer sebagai pembuka irama yang dipadukan dengan rebana, sronen, kenong, dan kempul sehingga menghasilkan karakter musik yang khas.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download huawei firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Blitarbudaya indonesiacobisnis.comKesenian TradisionalPangeran DiponegoroPerang JawaReog BulkiyoReog Ponorogo

Related Posts

Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

Benarkah Selada Menyehatkan? Ini Fakta dan Manfaatnya untuk Tubuh

by Desti Dwi Natasya
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Selada menjadi salah satu sayuran hijau yang sering dijadikan salad, lalapan, maupun pelengkap berbagai hidangan. Meski terlihat...

Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas Siapkan Lomba, Hiburan, hingga Makanan Gratis

Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas Siapkan Lomba, Hiburan, hingga Makanan Gratis

by Hidayat Taufik
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyiapkan beragam kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17...

Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

Tambah Bugar, Ini 5 Olahraga yang Bisa dilakukan di Pagi Hari

by Chodijah Febriani
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ada banyak alasan mengapa berolahraga secara teratur membuat tubuh terasa bugar dan rileks, tidak peduli jam berapa...

Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

by Chodijah Febriani
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menyiram tanaman adalah tugas penting. Jika terlalu sedikit disiram, tanaman cenderung layu dan bahkan bisa mati. Jika...

Kunjungan Netanyahu ke AS Diwarnai Aksi Protes, Aktivis Teriakkan ‘Pembunuh Bayi’

Kunjungan Netanyahu ke AS Diwarnai Aksi Protes, Aktivis Teriakkan ‘Pembunuh Bayi’

by Hidayat Taufik
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington DC, Amerika Serikat, diwarnai aksi protes dari kelompok aktivis...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
TINS Lampaui Target Laba 2026, CLEO Perluas Pabrik, BBNI Siapkan Buyback Rp627 Miliar

TINS Lampaui Target Laba 2026, CLEO Perluas Pabrik, BBNI Siapkan Buyback Rp627 Miliar

July 30, 2026
Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

July 30, 2026
Profil aespa, Girl Group SM Entertainment yang Mendunia

Benarkah Selada Menyehatkan? Ini Fakta dan Manfaatnya untuk Tubuh

July 31, 2026
Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas Siapkan Lomba, Hiburan, hingga Makanan Gratis

Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas Siapkan Lomba, Hiburan, hingga Makanan Gratis

July 31, 2026
Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

Tambah Bugar, Ini 5 Olahraga yang Bisa dilakukan di Pagi Hari

July 31, 2026
Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

Jangan Sampai Layu, Begini Cara Menyiram Tanaman yang Benar

July 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved