JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia melalui fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Inisiatif tersebut mendorong partisipasi nasabah dalam mendukung rehabilitasi mangrove sekaligus pengurangan emisi karbon secara terukur.
Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare ekosistem mangrove atau sekitar 20 persen dari total mangrove dunia. Namun, sepanjang periode 1980 hingga 2025, Indonesia kehilangan sekitar 1,3 juta hektare mangrove akibat alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi lingkungan.
Melalui Livin’ Planet, Bank Mandiri mengonversi jejak karbon yang dihasilkan nasabah menjadi kontribusi penanaman pohon. Setiap bibit yang ditanam dipantau bersama mitra konservasi, sementara nilai serapan emisinya dihitung mengacu pada standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).
“Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus dilakukan secara terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai dengan metodologi yang berlaku,” ujar Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri Monica Yoanita Octavia.
Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah melalui Livin’ Planet telah mendukung penanaman sekitar 2.697 pohon dengan total serapan emisi mencapai 64,29 ton CO2e. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.309 batang merupakan mangrove atau bakau merah dengan estimasi serapan emisi sebesar 40,26 ton CO2e, setara sekitar 63 persen dari total serapan program.
Selain mangrove, program ini juga mencakup penanaman sekitar 387 pohon produktif berupa alpukat dan aren yang berpotensi menyerap 24,02 ton CO2e. Kedua jenis pohon tersebut dipilih karena tidak hanya berkontribusi terhadap penyerapan karbon, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen keberlanjutan Bank Mandiri juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan penanaman mangrove bersama komunitas serta peningkatan pembiayaan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri tercatat mencapai sekitar Rp327,3 triliun, termasuk pembiayaan hijau sebesar Rp172,8 triliun.
“Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah,” kata Monica. Bank Mandiri menegaskan akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional guna mendukung target Net Zero Emission serta transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.













