JAKARTA, Cobisnis.com – Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global.
Pergerakan tersebut membuat rupiah kembali berada di level terlemahnya dalam beberapa pekan terakhir. Meski mayoritas mata uang Asia bergerak menguat, rupiah justru masih mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi tingginya permintaan aset berdenominasi dolar AS yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong aliran dana keluar dari sejumlah pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Sebelumnya, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sambil memperkenalkan sejumlah insentif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menarik arus modal asing.
Level Rp18.000 per dolar AS menjadi batas psikologis yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar. Pergerakan di atas level tersebut dinilai dapat memengaruhi biaya impor, inflasi, hingga sentimen investor terhadap aset domestik.
Meski demikian, Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah. Otoritas moneter juga memastikan koordinasi dengan pemerintah tetap diperkuat guna meredam gejolak di pasar keuangan.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Sentimen geopolitik serta pergerakan imbal hasil obligasi AS juga menjadi faktor yang terus dipantau investor.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan sentimen global berikutnya untuk melihat arah pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya. Stabilitas nilai tukar diperkirakan masih menjadi fokus utama Bank Indonesia dalam menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.













