JAKARTA, Cobisnis.com – Volkswagen mencatat penurunan laba operasional pada kuartal kedua 2026. Produsen mobil asal Jerman itu juga mempertimbangkan pemangkasan puluhan ribu tenaga kerja untuk meningkatkan daya saing.
Perusahaan membukukan laba operasional sebesar 3,5 miliar euro atau sekitar US$4 miliar hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut turun hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, Volkswagen memangkas proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2026. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan pendapatan dapat tumbuh hingga 3 persen. Namun, kini Volkswagen justru memproyeksikan penurunan hingga 3 persen.
CEO Volkswagen Oliver Blume mengatakan industri otomotif masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, krisis geopolitik, konflik perdagangan, regulasi yang semakin ketat, serta pasar yang tidak stabil terus menekan kinerja perusahaan.
Sementara itu, persaingan dari produsen otomotif asal China juga semakin intensif. Karena itu, Volkswagen terus mengevaluasi berbagai langkah efisiensi agar mampu mempertahankan daya saing di pasar global.
Di sisi lain, saham Volkswagen Group terus berada di bawah tekanan. Grup yang menaungi merek Volkswagen, Audi, dan Skoda itu mencatat penurunan lebih dari 30 persen dalam 12 bulan terakhir. Selain itu, harga sahamnya kembali melemah hampir 2 persen pada perdagangan Jumat siang waktu setempat.
Meski begitu, Volkswagen masih berupaya memperbaiki kinerja bisnisnya. Perusahaan menilai langkah efisiensi dan penyesuaian strategi menjadi bagian penting untuk menghadapi perubahan industri otomotif global.












