JAKARTA, Cobisnis.com – Thomas Tuchel akhirnya angkat bicara setelah Timnas Inggris kalah dramatis 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut memicu kritik terhadap pendekatan taktik sang pelatih yang dinilai terlalu bertahan setelah timnya unggul lebih dulu.
Setelah Anthony Gordon membawa Inggris memimpin pada babak kedua, Argentina terus menekan hingga membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Kedua gol tersebut tercipta berkat assist Lionel Messi pada menit-menit akhir pertandingan.
Tuchel mengakui timnya kehilangan inisiatif permainan setelah mencetak gol pembuka. “Kami menjadi terlalu pasif setelah mencetak gol,” ujar pelatih asal Jerman tersebut saat memberikan evaluasi usai pertandingan.
Meski menerima kritik, Tuchel tetap membela keputusan taktik yang diambil sepanjang laga. Ia menegaskan seluruh pergantian pemain dilakukan untuk menjaga keseimbangan tim menghadapi tekanan besar dari Argentina.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga menolak mengaitkan kekalahan dengan anggapan bahwa Inggris memiliki “kutukan” di turnamen besar. Menurutnya, masalah utama terletak pada kurangnya keberanian tim untuk menguasai permainan ketika sudah berada dalam posisi unggul.
Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal melaju ke final turnamen mayor meski tampil menjanjikan sepanjang Piala Dunia 2026. Hasil itu juga memperpanjang penantian The Three Lions untuk meraih gelar juara dunia sejak 1966.
Meski demikian, Tuchel menyatakan tetap bertanggung jawab penuh atas hasil yang diraih timnya. “Sejuta pelatih mungkin akan mengatakan mereka tahu keputusan yang lebih baik, tetapi saya yang harus mengambil keputusan di lapangan dan saya bertanggung jawab atas itu,” katanya.
Inggris kini akan menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Sementara itu, Argentina melaju ke final untuk menghadapi Spanyol dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia mereka.













