JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena embun upas kembali menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, saat suhu udara turun hingga mencapai minus 6 derajat Celsius. Suhu tersebut menjadi yang terendah selama musim kemarau tahun ini dan memunculkan hamparan kristal es di berbagai titik kawasan wisata.
Embun upas merupakan lapisan es tipis yang terbentuk ketika suhu permukaan turun di bawah titik beku pada dini hari. Fenomena ini lazim terjadi di Dieng setiap musim kemarau, terutama pada Juli hingga Agustus ketika langit cerah dan udara sangat dingin.
Kondisi ekstrem tersebut membuat rumput, tanaman, hingga kendaraan yang terparkir tertutup lapisan es tipis. Pemandangan unik itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang untuk menyaksikan salah satu fenomena alam khas Indonesia.
Di balik keindahannya, embun upas juga membawa dampak negatif bagi sektor pertanian. Tanaman kentang, carica, dan berbagai komoditas hortikultura berisiko mengalami kerusakan akibat jaringan tanaman membeku saat suhu turun drastis.
Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara menyebut kemunculan embun upas pada masa libur sekolah ikut mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Banyak pengunjung sengaja datang sejak dini hari untuk menikmati pemandangan embun es yang hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Menurut BMKG, fenomena ini dipengaruhi angin monsun Australia yang membawa udara kering selama musim kemarau. Minimnya tutupan awan membuat panas bumi cepat terlepas pada malam hari sehingga suhu udara turun hingga di bawah nol derajat Celsius.
Meski menjadi atraksi wisata, pengunjung diimbau mempersiapkan pakaian hangat dan menjaga kondisi tubuh saat berkunjung ke Dieng. Suhu ekstrem pada malam hingga pagi hari dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Fenomena embun upas diperkirakan masih berpotensi terjadi selama puncak musim kemarau apabila kondisi cuaca tetap mendukung. Wisatawan yang ingin menyaksikannya disarankan memantau prakiraan cuaca dan tetap menjaga kelestarian lingkungan selama berada di kawasan Dieng.













