JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi tersebut, Iran menegaskan tidak akan menyerahkan diri kepada Amerika Serikat.
Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan mengakhiri perang memang menjadi harapan banyak negara. Namun, menurutnya, konflik tidak akan berakhir dengan penyerahan diri Iran.
Ghalibaf menegaskan Iran siap mempertahankan diri apabila Amerika Serikat kembali melanggar kesepahaman yang telah dibangun. Ia juga menyatakan negaranya akan terus memperjuangkan hak rakyat Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Sikap Iran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, Washington menuduh Teheran menyerang kapal kapal komersial di perairan internasional. Sebagai respons, Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap target Iran.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah menyerang sejumlah aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah menggunakan pesawat nirawak dan rudal. Aksi saling serang itu meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.
Situasi tersebut terjadi hanya sekitar tiga pekan setelah kedua negara menyepakati perjanjian yang diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian jangka panjang. Namun, eskalasi terbaru membuat peluang tersebut kembali dipertanyakan.
Ghalibaf juga mengungkapkan bahwa saat proses negosiasi ia pernah menyampaikan langsung kepada Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan kepada Washington. Menurutnya, negosiasi hanya dapat dilakukan jika suatu negara siap menghadapi kemungkinan perang.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah menyetujui pembahasan lanjutan dengan Iran. Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa masa gencatan senjata di antara kedua negara telah berakhir.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Qatar mengirim delegasi ke Iran untuk menjalankan upaya mediasi. Langkah diplomatik tersebut diharapkan dapat meredakan konflik dan mencegah perang regional yang lebih luas.













