JAKARTA, Cobisnis.com – Desain alat makan atau cutlery semakin mendapat perhatian di dunia desain. Sendok, garpu, dan pisau kini tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan makan, tetapi juga menjadi karya seni yang memiliki nilai koleksi tinggi.
Penulis dan kolektor desain, Dung Ngo, menjadi salah satu tokoh yang menaruh perhatian besar pada bidang tersebut. Selama 25 tahun terakhir, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 alat makan dari berbagai era.
Ketertarikan Ngo bermula saat usianya menginjak 30 tahun. Ia merasa peralatan makan yang dimilikinya sejak kuliah sudah tidak lagi mencerminkan selera pribadinya.
Setelah itu, ia menemukan satu set alat makan vintage berisi 40 bagian di sebuah toko barang antik dengan harga 400 dolar AS. Ia kemudian menelusuri berbagai jurnal desain hingga mengetahui bahwa koleksi tersebut merupakan karya desainer Finlandia, Tapio Wirkkala.
Kini, satu set lengkap karya Wirkkala dapat bernilai lebih dari 3.600 dolar AS. Nilai itu menunjukkan meningkatnya minat kolektor terhadap desain alat makan klasik.
Selain itu, Ngo terus berburu berbagai koleksi langka melalui situs lelang dan toko barang antik. Ia mencocokkan setiap temuan dengan foto-foto lama yang dimuat dalam majalah desain dari era 1940-an hingga 1960-an.
Koleksi tersebut menjadi dasar penyusunan buku berjudul Knife Fork Spoon: Modernist Cutlery 1900–2025. Buku setebal 600 halaman itu dijadwalkan terbit pada Agustus mendatang.
Sementara itu, pameran yang mengangkat isi buku tersebut telah dibuka di Denver Art Museum. Pameran itu menampilkan lebih dari 150 desain alat makan yang disusun secara kronologis berdasarkan berbagai tema, termasuk maskapai penerbangan, anak-anak, dan perjalanan.
Karena itu, para pengamat menilai desain alat makan kini berkembang menjadi bagian penting dari sejarah desain modern. Tidak hanya fungsional, berbagai koleksi tersebut juga mencerminkan perubahan gaya hidup dan estetika selama lebih dari satu abad.













