JAKARTA, Cobisnis.com – NASA mempercepat pengembangan proyek pangkalan permanen di Bulan senilai sekitar US$30 miliar. Langkah itu dilakukan untuk menghindari keterlambatan dalam pembangunan infrastruktur di permukaan Bulan.
Pada Selasa, NASA mengumumkan kontrak senilai sekitar US$590 juta kepada tiga perusahaan. Perusahaan tersebut adalah Astrobotic, Firefly Aerospace, dan Intuitive Machines.
Selain itu, Astrobotic menjadi satu-satunya perusahaan yang memperoleh dua misi. Keempat misi tersebut akan mengirim instrumen ilmiah dan berbagai muatan ke permukaan Bulan.
NASA juga mempertimbangkan penggunaan ulang rover Mars bernama Promise untuk mendukung eksplorasi Bulan. Karena itu, badan antariksa tersebut berharap dapat memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia.
Seluruh misi tersebut bertujuan membangun infrastruktur awal menggunakan kendaraan robot. Nantinya, fasilitas itu akan mendukung astronot yang tinggal dan bekerja di pangkalan Bulan.
Sementara itu, eksekutif program pangkalan Bulan NASA, Carlos García-Galán, menyebut proyek tersebut sebagai Fase 1 pembangunan permukiman permanen di Bulan. Tahap awal itu dijadwalkan berlangsung hingga 2028 dengan anggaran sekitar US$10 miliar.
Sebelumnya, NASA juga mengumumkan sejumlah kontrak lain dalam fase pertama proyek tersebut. Selain kendaraan penjelajah, badan itu mendanai pengembangan buggy dan drone untuk memetakan lokasi pangkalan Bulan yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.













