JAKARTA, Cobisnis.com — Connor Gibson membuktikan bahwa teknologi dapat membantu mengubah kehidupan banyak orang. Di usia 22 tahun, ia menggunakan keahlian teknik untuk mencetak gigi palsu dengan teknologi 3D printing. Melalui cara itu, ia membantu warga berpenghasilan rendah di Amerika Serikat mendapatkan kembali senyum mereka.
Gibson mengaku tidak pernah membayangkan akan bekerja di bidang tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan teknik jarang membahas bahwa sebuah desain dapat memberikan dampak besar seperti gigi palsu.
Saat ini, Gibson menjabat sebagai manajer teknologi dental di Remote Area Medical. Organisasi nirlaba yang berbasis di Tennessee itu menyediakan layanan kesehatan, pemeriksaan mata, dan perawatan gigi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut berjalan melalui klinik keliling yang didukung para relawan di berbagai wilayah Amerika Serikat. Gibson pertama kali bergabung sebagai relawan saat masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi komunitas setempat.
Sejak awal, ia tertarik dengan misi organisasi yang membantu masyarakat miskin mendapatkan akses layanan kesehatan. Karena itu, ia mulai mencari cara untuk mempercepat proses pembuatan dan distribusi gigi palsu bagi pasien.
Namun, tantangan yang dihadapinya tidak kecil. Saat memulai proyek tersebut, Gibson mengaku tidak memiliki pengetahuan tentang kedokteran gigi maupun teknologi cetak 3D.
Meski begitu, ia terus mempelajari kedua bidang tersebut secara mandiri. Setelah itu, ia berhasil menggabungkan kemampuan teknik dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Kini, teknologi yang ia kembangkan membantu mempercepat penyediaan gigi palsu bagi pasien yang membutuhkan. Selain meningkatkan efisiensi, inovasi tersebut juga membantu banyak orang mendapatkan kembali rasa percaya diri dan martabat mereka.
Bagi Gibson, pencapaian itu terasa sulit dipercaya. Ia bahkan mengaku akan menganggap ide tersebut mustahil jika seseorang menceritakannya kepadanya tiga tahun lalu.













