JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa Iran dan Oman akan segera merilis pernyataan bersama terkait masa depan Selat Hormuz.
Araghchi menyampaikan informasi tersebut pada Jumat malam melalui televisi pemerintah Iran. Selain itu, kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan bahwa pemerintah Oman akan ikut menerbitkan pernyataan tersebut.
Selat Hormuz berada di antara wilayah Iran dan Oman serta menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Pengumuman itu muncul ketika Iran dan Amerika Serikat disebut telah menyelesaikan kerangka awal kesepakatan baru.
Sementara itu, kedua negara diperkirakan akan menandatangani dokumen kesepahaman dalam beberapa hari mendatang. Pejabat Amerika Serikat sebelumnya menjelaskan sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan tersebut.
Salah satu poin utama mencakup pembukaan penuh kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas internasional. Selain itu, Amerika Serikat juga disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Namun, Araghchi menegaskan bahwa operasional Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang. Menurutnya, pemerintah Iran akan menerapkan mekanisme baru dalam pengelolaan jalur pelayaran tersebut.
Meski begitu, Iran tidak akan mengenakan tarif transit kepada kapal yang melintas. Sebaliknya, pemerintah akan memungut biaya layanan untuk penggunaan fasilitas dan layanan di kawasan selat.
Karena itu, pernyataan bersama Iran dan Oman diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai aturan baru yang akan diterapkan di Selat Hormuz.













